Bojonegoro (beritajatim.com) — Diduga akibat asmara, seorang lelaki paruh baya membacok sepasang suami istri siri. Pembacokan terjadi diduga lantaran cemburu setelah terduga pelaku yang mengaku juga suami siri korban bertemu bertiga, pada Minggu (27/10/2024).
Kepala Desa Mojodelik Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro Yuntik Rahayu menceritakan, terduga pelaku pembacokan berinisial SDR (66) mengaku kepadanya telah membacok dua orang, yakni Perempuan berinisial SGT (50) dan lelaki JMG (66).
Yuntik menceritakan, perempuan berinisial SGT diketahui telah menikah siri dengan terduga pelaku inisial SDR (66). Tetapi pada Kamis, 24 Oktober 2024 pekan kemarin, SGT kabarnya telah menikah lagi secara siri pula dengan JMG (66).
“Pengakuan Pak SDR ini, dia tidak tahu kalau Bu SGT ini nikah lagi siri dengan korban JMG,” kata Yuntik, Senin (28/10/2024).
Tetapi SGT memberikan pengakuan sebaliknya, ia mengatakan jika telah meminta izin kepada terduga pelaku untuk menikah lagi. Pada Minggu (27/10/2024) malam, ketiga orang tersebut bertemu, yaitu SGT, SDR, dan JMG.
“Saat ketiganya bertemu malam itu tidak terjadi pertengkaran, dan pak SDR-nya itu pulang, tapi pas tengah malam (Senin, 28/10/2024) sekitar pukul 01.00 WIB, Pak SDR itu keluar rumah bawa arit (sabit) terus membacok Bu SGT dan Pak JMG, mungkin karena nggak terima atau cemburu,” beber Yuntik.
Korban SGT terkena bacokan dengan luka memanjang di area perut, leher, dan beberapa titik bacokan di tangan. Sementara JMG mendapat luka di tangan akibat menangkis sabetan sabit dari SDR.
Setelah membacok kedua korban, SDR langsung pulang dan mengaku kepada anaknya bahwa usai membacok orang. Setelah itu, karena rumah terduga pelaku dekat dengan rumah kades, ia datang ke rumah kades.
“Beberapa saat setelah saya datangi terduga pelaku, suami saya ketika itu saya suruh menunggu di rumah Pak SDR (terduga pelaku) karena takutnya dikeroyok massa, situasi saat itu kan Pak SDR ini dicari oleh banyak orang dan para pemuda,” tutur Yuntik.
Meski dicari banyak orang, menurut kades di wilayah ring 1 pengeboran migas Lapangan Banyu Urip ini, terduga pelaku mengakui perbuatannya salah. Sehingga terima saja jika dicari orang banyak.
“Ndak apa-apa wong aku memang salah, kata dia,” ucap Yuntik menirukan perkataan SDR.
Kades Yuntik selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gayam. Kapolsek Gayam AKP Imam Syafi’i mengatakan, kasus tersebut kini sudah ditanganinya dan dilimpahkan ke Polres Bojonegoro. [lus/ian]






