Malang (beritajatim.com) – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil menciptakan closet duduk hidrolik yang ramah bagi para lanjut usia (lansia), sekaligus meraih penghargaan kategori “Best Functionality” dalam Lomba Nasional Tahunan Rancang Bangun (LNT-RBM) XIII di Ternate, Maluku Utara, awal Oktober lalu. Inovasi ini dikembangkan oleh tim mahasiswa Teknik Mesin UMM sebagai solusi bagi lansia yang sering kesulitan menggunakan toilet duduk standar.
Ketua tim, Ahmad Khaidir Ali, menyampaikan bahwa ide ini muncul setelah mengadakan riset di Rumah Singgah Lansia Hizbul Wathan di Malang, di mana ditemukan banyak lansia mengalami kesulitan saat menggunakan closet duduk.
“Banyak lansia merasa tidak nyaman karena harus menekan tubuh saat bangun atau duduk. Kami menggunakan sistem hidrolik yang bisa membantu pergerakan mereka dengan aman,” jelas Ahmad, Jumat (25/10/2024).
Closet duduk ini dirancang khusus dengan sistem hidrolik yang memudahkan pengguna untuk duduk dan bangkit tanpa risiko cedera. Inovasi ini juga didesain dengan material tahan karat untuk memperpanjang masa pakainya, mengingat closet sering bersentuhan dengan air.
“Kami menggunakan bahan yang tahan lama dan antikorosi agar closet ini dapat digunakan dalam jangka panjang,” tambah Ahmad.

Ahmad juga menjelaskan bahwa desain closet hidrolik ini diperuntukkan tidak hanya bagi lansia, tetapi juga bagi masyarakat dengan keterbatasan mobilitas. Dalam proses pengembangan, dukungan dari dosen pembimbing Iis Siti Aisyah dan pihak kampus UMM sangat membantu dalam menghadapi tantangan, terutama dalam memilih material yang optimal dari segi daya tahan dan efisiensi biaya.
“Awalnya, kami sempat menghadapi tantangan dalam menentukan material dan struktur yang sesuai dengan biaya yang efisien. Dukungan dari kampus dan bimbingan dosen membantu kami menyelesaikan inovasi ini. Sosialisasi cara penggunaan juga penting agar para lansia dapat memanfaatkan closet ini dengan optimal,” ujar Ahmad.
Ia berharap bahwa inovasi closet hidrolik ini bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya lansia. Selain itu, Ahmad mengaku senang melihat banyak ide inovatif dari para peserta lain dalam kompetisi, yang menjadi inspirasi bagi timnya untuk terus berkarya. [dan/beq]






