Surabaya (beritajatim.com) – Anggota Komisi A DPRD Surabaya mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk segera merealisasikan fasilitas publik yang telah lama diajukan oleh warga Manyar Sabrangan. Fasilitas seperti kaca cembung jalan, CCTV, dan terop dianggap krusial dalam mendukung keamanan serta kenyamanan warga di lingkungan tersebut.
Muhaimin, salah satu anggota DPRD Surabaya dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), menegaskan bahwa Pemkot tidak boleh lagi menunda pemasangan CCTV di kawasan Manyar Sabrangan. Menurutnya, pemasangan CCTV sangat penting untuk mengatasi maraknya aksi kriminal yang sering terjadi di wilayah tersebut.
“Kami mendorong Pemkot Surabaya untuk segera bertindak, terutama terkait pemasangan CCTV yang sudah sangat mendesak. Ini bukan hanya soal keamanan, tapi hak dasar warga yang harus dipenuhi,” kata Muhaimin saat dihubungi pada Selasa (22/10/2024). Ia juga menekankan bahwa CCTV bisa menjadi solusi efektif dalam mendeteksi pelaku tindak kejahatan dan mencegah aksi kriminal di kemudian hari.
Muhaimin juga mengkritik pengalihan prioritas pembangunan yang fokus pada perbaikan gorong-gorong, yang seharusnya tidak menjadi alasan bagi Pemkot untuk mengabaikan kebutuhan warga. Ia menekankan bahwa Pemkot harus lebih responsif dalam menyeimbangkan berbagai prioritas pembangunan di kota ini.
“Pemkot harus bersikap lebih cepat dan tepat dalam merespons permintaan warga. CCTV sangat penting untuk mencegah aksi kriminal dan memberikan rasa aman bagi warga Manyar Sabrangan,” tambahnya.
Muhaimin berjanji akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan penggunaan anggaran kelurahan dan pokok pikiran dewan dilakukan secara tepat dan efisien. “Kami pastikan aspirasi warga tidak hanya didengar, tetapi juga diwujudkan,” tegasnya.
Sebelumnya, Sudarji, Ketua RT 02 RW 05 Manyar Sabrangan, mengungkapkan kekesalannya atas lambatnya respons Pemkot Surabaya terhadap permintaan warga. Pengajuan fasilitas publik seperti CCTV, kaca cembung jalan, dan terop sudah dilakukan sejak bertahun-tahun, namun belum juga terealisasi.
“Kami sudah sering mengajukan, tapi hingga kini belum ada tindakan nyata dari Pemkot,” ungkap Sudarji. Ia menambahkan bahwa akibat lambatnya realisasi ini, aksi kriminal seperti pencurian dan pembobolan rumah semakin sering terjadi.
Menurut Sudarji, CCTV menjadi kebutuhan yang paling mendesak untuk membantu mengurangi aksi kriminal di kampungnya. Ia berharap Pemkot segera merespons permintaan ini demi keamanan warga.
“Kami sangat butuh CCTV, terutama setelah beberapa kejadian pencurian yang mengakibatkan kerugian besar bagi warga,” tutup Sudarji. [asg/beq]






