Malang (beritajatim.com) – Calon Kepala Daerah Kota Malang Heri Cahyono dan Ganis Rumpolo memperkenalkan program 9 sing anyar di Pilwali Kota Malang. Program ini mereka luncurkan saat menggelar diskusi ruang gagasan sing anyar di Maliki Plaza, Kota Malang, Jumat (11/10/2024).
Paslon nomor urut 2 di Pilwali Kota Malang ini ingin menjadikan Kota Malang sebagai kota nyaman, kreatif dan berdaya saing. Program 9 sing anyar mereka klaim sebagai jawaban atas tantangan yang dihadapi Kota Malang saat ini.
“Program songo sing anyar terdiri dari kuliah gratis, gampang kerjoan, puskesmas mental, males macet wegah banjir, dokter melbu kampung, kota pintar dan lestari, curhat langsung, usaha lancar jaya dan jaringan sosial,” kata Heri Cahyono yang akrab disapa HC itu.
Disisi lain Sam HC ingin Kota Malang mempunyai karakter. Kota Malang harus memiliki tempat di kancah nasional. Mereka pun sepakat mengembangkan Malang City of Talent. “Kota Malang ini banyak talenta yang bisa kita kembangkan. Maka dari itu kami mengambil positioning Malang City of Talent,” ujar Sam HC.
“Kami juga ingin Kota Malang menjadi kota nyaman, kreatif dan berdaya saing. Nyaman ini tidak banjir tidak macet. Kreatif, ke depan kita akan aktifasi MCC. Berdaya saing ini selaras dengan Indonesia Emas kita harus membangun SDM yang andal,” imbuh Sam HC.
Sementara Ganis Rumpoko menuturkan, bahwa dia sebagai wanita dan generasi milenial sangat paham kebutuhan masyarakat saat ini. Untuk itu sejumlah kebutuhan masyarakat juga dimasukan dalam program songo sing anyar.
“Dengan program-program ini, kami tidak hanya ingin menghadirkan solusi jangka pendek, tetapi juga memastikan keberlanjutan bagi generasi mendatang. Kami juga berkomitmen untuk mendengar dan melibatkan masyarakat dalam setiap pengambilan keputusan,” ujar Ganis.
Selain peluncuran Program 9 Sing Anyar, pasangan Sam HC dan Mbak Ganis yang diusung PDI Perjuangan juga menandatangani Pakta Integritas di hadapan para peserta dan media, sebagai tanda komitmen mereka terhadap prinsip pemerintahan yang bersih dan berkeadilan.
Penandatanganan ini merupakan simbol bahwa setiap kebijakan dan tindakan yang diambil selama masa kampanye hingga kepemimpinan mereka nantinya akan berlandaskan pada transparansi dan akuntabilitas. [luc/suf]






