Surabaya (beritajatim.com) – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan di Indonesia. Melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Surabaya (Ubaya), bankjatim menunjukkan langkah konkret dalam penyediaan layanan jasa keuangan untuk mendukung penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Penandatanganan MoU tersebut dilakukan pada Rabu (9/10) di Gedung Perpustakaan Ubaya, di mana SEVP Korporasi, Sindikasi, dan Kelembagaan bankjatim, Koerniawan Prijambodo, serta Wakil Rektor II Ubaya, Noviaty Kresna Darmasetiawan, menjadi perwakilan dari kedua pihak.
Direktur Utama bankjatim, Busrul Iman, menjelaskan bahwa kerja sama ini mencakup berbagai aspek penting dalam mendukung dunia pendidikan. Selain menyediakan layanan pembayaran biaya pendidikan yang lebih mudah dan efisien, bankjatim juga akan mendirikan kantor layanan perbankan di lingkungan kampus Ubaya.
“Kerja sama ini juga akan mencakup pengelolaan dana Universitas Surabaya di bankjatim, serta mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM),” kata Busrul.
Tidak hanya itu, bankjatim juga akan terlibat dalam pengembangan dan pemberdayaan SDM di lingkungan Ubaya. “Kami memberikan kesempatan bagi alumni Ubaya yang memenuhi persyaratan untuk mengembangkan karir di bankjatim. Selain itu, bankjatim juga siap memberikan pembiayaan kredit kepada Ubaya, baik untuk institusi, tenaga pendidik, maupun tenaga kependidikan,” tambahnya.
Busrul menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah nyata bankjatim dalam berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Jawa Timur, serta Indonesia secara keseluruhan. “Dengan jaringan layanan perbankan yang luas dan fasilitas modern, kami siap memberikan dukungan penuh bagi mahasiswa, orang tua, dan institusi pendidikan dalam mengakses layanan keuangan yang mendukung proses belajar mengajar. Kami percaya bahwa pendidikan yang berkualitas adalah kunci untuk meningkatkan daya saing nasional, terutama di era globalisasi ini,” ungkapnya.
Melalui kerja sama ini, bankjatim dan Ubaya diharapkan mampu menciptakan sinergi yang lebih kuat antara dunia akademisi dan industri. Hal ini diyakini akan memacu lahirnya inovasi baru serta menciptakan program-program strategis yang tidak hanya berfokus pada dunia pendidikan, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan ekonomi nasional. Busrul juga menyoroti pentingnya optimalisasi penggunaan layanan keuangan bankjatim seperti JConnect, yang dapat membantu mempermudah layanan di lingkungan kampus.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor II Ubaya, Noviaty Kresna Darmasetiawan, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif yang dilakukan oleh bankjatim. Ia menyampaikan harapannya bahwa kolaborasi ini dapat menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan industri pendidikan dan keuangan secara berkelanjutan di Indonesia.
“Terima kasih kepada bankjatim atas kepercayaannya dalam mendukung pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Ubaya. Semoga kerja sama ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi Ubaya, bankjatim, serta bangsa Indonesia,” ujarnya.
Selain itu, Noviaty juga berharap bahwa mahasiswa Ubaya dapat merasakan langsung manfaat dari kolaborasi ini, termasuk dalam hal pengalaman praktik di dunia perbankan. Bagi bankjatim, kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi wujud nyata kontribusi perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Jawa Timur dan Indonesia.
Dalam jangka panjang, kerja sama antara bankjatim dan Ubaya juga akan mencakup dukungan penuh terhadap program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), yang bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih luas bagi mahasiswa. Selain itu, bankjatim akan berperan aktif dalam pemberdayaan SDM dengan memberikan kesempatan karir bagi alumni Ubaya dan mendukung program pembiayaan bagi institusi, tenaga pendidik, serta tenaga kependidikan.
Melalui kerja sama ini, bankjatim menegaskan perannya sebagai mitra strategis bagi dunia pendidikan di Jawa Timur. Dukungan terhadap program-program pendidikan tidak hanya akan berfokus pada aspek keuangan, tetapi juga pada pengembangan inovasi dan sinergi antara dunia akademisi dan industri. Dengan berbagai inisiatif ini, bankjatim berharap dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih baik dan mendorong kemajuan bersama bagi semua pihak yang terlibat. [rea/beq]






