Jember (beritajatim.com) – Muhammad Balya Firjaun Barlaman, calon wakil bupati nomor urut 1 yang akrab disapa Gus Firjaun, meminta para pendukungnya bersama Hendy Siswanto tetap tenang dan tidak membalas aksi pembubaran acara emak-emak oleh Pemerintah Desa Semboro, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember, Jumat (4/10/2024).
“Jangan dibalas, tidak usah dibalas. Kalau kita membalas kan podo wae, tak ada bedanya. Ada satu prinsip, berbuat baiklah kepada orang yang berbuat baik dan berbuat jelek kepada kita. Ini prinsip. Tidak apa-apa kita diperlakukan begitu, tetap kita balas dengan kebaikan,” kata Firjaun, Sabtu (5/10/2024).
Kepala Desa Antoni membubarkan acara senam yang dilaksanakan emak-emak pendukung pasangan Hendy Siswanto dan Muhammad Balya Firjaun Barlaman, di lapangan Desa Semboro, dengan alasan dilaksanakan tanpa izin.
“Itu kebijakan (pemerintah) desa. Ketika mereka sudah tidak punya unggah-ungguh (sopan santun), kebijakan Desa untuk tidak memberikan izin,” kata Antoni.
Firjaun sendiri menyesalkan pembubaran tersebut. Apalagi panitia penyelenggara sudah memenuhi semua ketentuan untuk menggelar kegiatan kampanye di zona yang sudah ditentukan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jember.
“Ketika kita sudah sesuai regulasi dan ada orang yang menghambat, berarti dia tidak fair, yang menghambat ini tidak mengindahkan regulasi. Kalau tidak mengindahkan aturan dan regulasi, mau jadi apa? Apalagi itu dilakukan seorang pemimpin. Pemimpin yang tidak mengikuti aturan bisa dianggap otoriter. Kalau lebih keras lagi masuk kategori diktator,” kata Firjaun.
Firjaun mengingatkan kewajiban pemimpin untuk mengayomi siapapun. “Kontestasi pilkada ini adalah sebuah hal yang lumrah. Jangan takut kalah, kemudian melakukan hal-hal yang tidak sesuai aturan. Kalau panitia sudah menempuh prosedur izin, pemberitahuan, dan sebagainya, kok tiba-tiba dilarang, apa ini menunjukkan sebagai penguasa atau raja kecil,” katanya.
Firjaun sendiri saat ini sangat intensif menyapa warga yang mengundangnya untuk menjadi narasumber pengajian. Saat pembubaran di Desa Semboro terjadi, dia sempat menghadiri acara Maulud Nabi dan istigosah akbar muslimat di Ponpes Tahfidz Alquran Subulus Salam, di Desa Sidomulyo, Kecamatan Semboro, Jumat (4/10/2024). Acara itu dihadiri kurang lebih 500 orang warga, mayoritas muslimat.
“Kami menyampaikan bahwa agama dan pemerintah bagaikan dua saudara kembar. Agama ibarat akar atau pokoknya, sementara pemerintah penjaganya. Sesuatu yang tidak ada akarnya akan roboh, dan sesuatu yang tidak dijaga akan sia-sia,” kata Firjaun. [wir]






