Kediri (beritajatim.com) – Warga Desa Brumbung, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri menilai program yang dicanangkan oleh Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito) pada periode pertama pemerintahan di Kabupaten Kediri sudah berhasil. Bupati muda itu membuat pembangunan berjalan cepat.
“Program-programnya bagus, itu tadi pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan (insentif) untuk guru agama,” ujar Zainal Arifin saat menghandiri kampanye Cabup Kediri nomor urut 2 Mas Dhito.
Pria 32 tahun asal Desa Brumbung tersebut mengatakan, dengan usia Mas Dhito yang terbilang muda tersebut, membuat pembangunan bisa berjalan dengan tepat dan cepat. Kabupaten Kediri, imbuh dia, membutuhkan sosok pemimpin muda yang bisa membawa daerah dengan penduduk hampir 1,7 juta jiwa ini lebih maju.
“Saya harapkan pemimpinnya yang mengerti karakter anak muda,” terangnya.
Umi Nadifatus Zahro juga menyampaikan hal yang sama. Menurutnya, selama 3,5 tahun belakangan Kabupaten Kediri telah mengalami kemajuan. Utamanya di bidang kesehatan.
Selain pemerataan jaminan kesehatan juga adanya mobil siaga di masing-masing desa. Dengan mobil siaga desa ini, katanya, sangat membantu masyrakat yang ingin berobat ke rumah sakit.
“(Mobil siaga) itu sangat membantu untuk warga yang mendadak sakit, biasanya malam hari, sangat membantu sekali,” terangnya.
Pihaknya berharap, nantinya Mas Dhito bisa kembali terpilih menjadi Bupati Kediri Periode 2024 -2029 untuk melanjutkan capaian program yang dijalankan.
“Harapan kami, Mas Dhito dan Mbak Dewi (Cawabup Dewi Mariya Ulfa) bisa memberi kemajuan yang lebih baik bagi Kabupaten Kediri,” pungkasnya.
Mas Dhito berkampanye di Desa Brumbung dengan menemui masyarakat. Meski sempat diguyur hujan, dialog diantara mereka tetap berlanjut. Bahkan, warga juga tetap antusias mendengar penyampaian cabup yang bergandengan kembali dengan wakilnya Dewi Maria Ulfa itu.
Mas Dhito, mengajak warga sekitar untuk berdialog mengenai persoalan yang terjadi di desa setempat. Menurutnya, dialog tersebut guna mengetahui apa yang menjadi kebutuhan masyarakat.
Pihaknya mengaku, dalam menyusun program didasarkan pada kebutuhan yang diinginkan oleh masyarakat, bukan hanya kepentingan elektoral semata.
“Kami tidak bikin program yang fantastis, tapi kita bikin sesuai kebutuhan jenengan semuanya,” kata Mas Dhito. [nm/ted]






