Surabaya (beritajatim.com) – Dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggandeng sektor swasta melalui program bertajuk “Bulan Cintai Bumi: Kelola Sampah untuk Kurangi Jejak Lingkungan” dengan tema “Bersih-Bersih Surabaya Lestari.”
Program ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Kadin Jatim, Kadin Surabaya, Surabaya Next Leader, Sea Soldier, Waste4change, dan Sampoerna Retail Community (SRC) di bawah payung “Sampoerna Untuk Indonesia.”
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Dedik Irianto, menyambut baik inisiatif ini sebagai upaya nyata dalam menjaga lingkungan hidup.
“Saya salut dengan hashtag #SayaAjaBisa. Kebersihan lingkungan dimulai dari diri sendiri, dan ini adalah langkah penting yang diinisiasi oleh SRC Sampoerna,” ujar Dedik pada Senin (24/9/2024).
Aksi gotong royong ini dilakukan di berbagai ruas jalan Kota Lama, yang kini semakin populer sebagai destinasi wisata.
Ketua Kadin Surabaya, Ali Affandi La Nyalla M. Mattalitti, menegaskan pentingnya menjaga kebersihan untuk mempertahankan ikon Kota Surabaya.
“Kota Lama kini menjadi destinasi wisata. Kebersihan harus tetap dijaga agar pengunjung merasa nyaman,” kata Ali.
Tak hanya aksi bersih-bersih, kolaborasi ini juga mencerminkan komitmen sektor swasta terhadap pembangunan berkelanjutan. “Kegiatan ini bukan hanya simbol, tetapi tradisi baik yang harus terus dijaga,” tambah Ali.
Perwakilan Sampoerna Untuk Indonesia, Cicilia Tri Sulistyawati, menegaskan bahwa aksi ini sejalan dengan fokus pemerintah dalam mewujudkan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. “Kami aktif mengedukasi masyarakat agar terbiasa membuang sampah pada tempatnya,” ujarnya.
Inisiatif #SayaAjaBisa yang dimulai sejak 2018 telah melibatkan sekitar 5.000 orang dalam berbagai aksi kebersihan di kota-kota di Indonesia.
Salah satu peserta aksi bersih-bersih, Siti Julaikhah, mengungkapkan kegembiraannya terlibat dalam kegiatan ini. “Kota Lama sekarang jadi tujuan wisata. Rasanya nyaman sekali kalau kebersihannya terus terjaga,” katanya.
Gerakan ini menunjukkan bahwa sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan. Selain fokus pada kebersihan, kolaborasi ini juga berdampak positif pada pengembangan ekonomi lokal dan penyerapan tenaga kerja di Surabaya. [asg/beq]






