Jember (beritajatim.com) – Calon Wakil Bupati Djoko Susanto memimpin prosesi pembacaan ‘Baiat Cinta’ terhadap tim pemenangan Gus Djos (Muhammad Fawait-Djoko Susanto), di Restoran New Sari Utama, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (22/9/2024).
“Apakah Saudara bersedia dibaiat dengan mengucapkan janji? Baik, ikuti kata-kata saya. Bismillahirrohmanirrohim,” kata Djoko pada awal pembacaan naskah, disambut dengan jawaban pernyataan kesediaan untuk dibaiat secara serempak oleh tim sukses.
Tim pemenangan Fawait-Djoko relatif gemuk. Total ada 138 nama yang tercantum. Mereka adalah tokoh Jember di level nasional, regional, dan lokal dari berbagai kalangan, mulai dari ulama, pengusaha, mantan birokrat, hingga anggota DPR RI, DPRD Jatim, dan DPRD Jember.
Ada 28 tokoh yang mengisi jajaran Dewan Penasihat, antara lain mantan bupati MZA Djalal, pengusaha beras Kamil Gunawan, ulama KH Sholeh Ahmad, anggota DPR RI Bambang Haryadi dan Charles Meikyansah, dan putra Menteri Desa Rivqy Abdul Halim.
Posisi Dewan Pengarah diisi 14 orang pimpinan partai politik koalisi, antara lain Ayub Junaedi (PKB), Marsuki Abdul Ghofur (Nasdem), Sudiyanto (PKS), Karimullah Dahrujiadi (Golkar), Madini Farouq (PPP), Abdussalam (PAN), dan Ahmad Halim (Gerindra).
Tim pemenangan terdiri atas 96 orang anggota dengan dipimpin Gogot Cahyo Baskoro, mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur. Sekretaris dijabat Dima Ahyar, fungsionaris Partai Golkar Jember.
Usai acara, Fawait menyebut bergabungnya sejumlah tokoh dalam tim pemenangan tersebut sebagai anugerah. “Banyak tokoh luar biasa, baik level provinsi maupun Kabupaten Jember, bahkan nasional, ada beberapa tokoh DPR RI yang bersama kita, yang bersedia sukarela untuk berjuang bersama kami melakukan perubahan di Kabupaten Jember,” katanya.
Fawait kembali menyinggung soal tingginya angka kemiskinan, angka tengkes, angka kematian ibu, dan angka kematian bayi di Jember. “Bahkan usia harapan hidup Kabupaten Jember lebih rendah dibandingkan Kabupaten Banyuwangi,” katanya. Dia menegaskan adanya keinginan yang sama para tokoh untuk memperbaiki kondisi ini.
Fawait bangga, Gogot bersedia memimpin tim pemenangan bersama Dima Ahyar. “Bukan karena Fawait. Bukan karena Pak Djoko. Tapi karena Jember yang lebih baik,” katanya.
“Saya pikir kita dalam koalisi besar menjadi satu dalam fil mahabbah, satu dalam cinta. Kalau sudah cinta di depan, insyaallah kita akan bisa melakukan kerja sama yang baik antarsemua elemen partai politik dan para relawan. Untuk teknisnya, kita pasrahkan kepada beliau-beliau yang tadi sudah berbaiat,” kata Fawait.
Dalam pandangan Fawait, semua anggota tim pemenangan adalah tokoh hebat. “Sehingga memastikan Pilkada 2024 berjalan lancar. Pesta demokrasi harus bahagia, harus senang-senang. Tidak boleh black campaign. Kita punya komitmen itu. Jadi beliau-beliau ini punya komitmen untuk tidak melakukan black campaign,” katanya.
Kampanye hitam ini berbeda dengan kampanye negatif. “Kalau negative campaign boleh ya. Mengkritisi boleh. Itu sah secara undang-undang dan aturan yang ada,” kata politisi Gerindra ini.
Fawait berpesan kepada seluruh relawan pendukungnya untuk tetap bersemangat. “Jangan lengah, jangan kendor. Tetap jaga ketertiban, jaga suasana pilkada supaya adem ayem dan bahagia,” katanya. [wir]






