Surabaya (beritajatim.com) – Wilayah Madiun Raya pada Kamis, 19 September 2024 diprediksi akan mengalami cuaca berawan hampir di semua wilayah, yakni mulai dari Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Ngawi, Magetan, Pacitan, hingga Ponorogo.
Prakiraan ini disampaikan oleh Oky Sukma Hakim, S.Tr., prakirawan BMKG Juanda, yang menjelaskan bahwa kondisi cuaca ini penting untuk diwaspadai agar masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas mereka dengan kondisi lingkungan sekitar. BMKG juga terus mengingatkan masyarakat untuk selalu memantau perubahan cuaca di daerah masing-masing.
Di Kabupaten Madiun, cuaca cerah berawan akan mendominasi dari pagi pukul 06.00 WIB hingga malam hari pukul 21.00 WIB. Suhu di wilayah ini diperkirakan berada di rentang 22 hingga 35 derajat Celcius, dengan kelembaban berkisar antara 24 hingga 77 persen. Angin bertiup dari arah Timur dengan kecepatan sekitar 9 km/jam.
Untuk Kota Madiun, pola cuaca serupa diperkirakan terjadi, dengan kondisi cerah berawan pada pagi hingga malam hari hari.
“Di Kota Madiun tidak ada cerah sama sekali ya, jadi sepanjang hari itu cerah berawan,” jelas Oky. Suhu di kota ini sedikit lebih sejuk, berkisar antara 22 hingga 36 derajat Celcius, dengan kelembapan udara yang bervariasi antara 22 hingga 84 persen, dan angin yang bertiup dari arah Tenggara dengan kecepatan 22 km/jam.
Cuaca di Ngawi dan Magetan menunjukkan pola yang serupa. Kedua daerah ini diperkirakan mengalami cuaca cerah berawan pada pagi hingga malam hari. Tidak terlihat ada tanda-tanda matahari terik menghampiri dua wilayah ini.
Meski begitu, suhu di Ngawi akan sedikit lebih tinggi, mencapai 34 derajat Celcius, sementara di Magetan suhu maksimum diprediksi 33 derajat Celcius. Angin di Ngawi bertiup Timur 24 km/jam sedangkan di Magetan yakni dari Selatan 16 km/jam.
Di daerah pesisir, seperti Pacitan, kondisi cuaca akan cerah berawan sepanjang hari, dengan suhu lebih rendah antara 20 hingga 28 derajat Celcius.
“Pacitan juga sama, cerah berawan dari pukul 06.00 WIB sampai 21.00 WIB. Jadi matahari tidak terlalu terlihat,” tambah Oky. Kelembaban di Pacitan juga cukup tinggi, dengan kisaran antara 51 hingga 97 persen, dan angin bertiup dari arah Utara dengan kecepatan 17 km/jam.
Sementara itu, Ponorogo juga mengalami kondisi cuaca yang tidak berbeda. Suhu di Ponorogo berkisar antara 22 hingga 35 derajat Celcius, dengan kelembaban 23-93 persen dan angin bertiup dari arah Selatan dengan kecepatan 21 km/jam.
Dengan prakiraan cuaca ini, BMKG mengimbau seluruh masyarakat di wilayah Madiun Raya untuk tetap waspada dan memantau perubahan cuaca agar dapat menyesuaikan aktivitas sehari-hari. [mnd/aje]






