Banyuwangi (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memiliki andalan program Pendidikan di daerahnya. Sebut saja, Garda Ampuh (Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah).
Program ini menggerakkan segenap stakeholder di daerah untuk peduli pada anak-anak putus sekolah dan rentan putus sekolah untuk bisa terus menempuh pendidikan. Dalam tiga tahun terakhir, terdapat 2.605 pelajar rentan putus sekolah yang menerima total bantuan Rp6,25 miliar.
Selain itu, terdapat program pemberian uang saku dan uang transportasi yang diterima 1.722 pelajar dalam tiga tahun terakhir dengan total alokasi Rp8,26 miliar.
“Mengapa kita beri bantuan uang saku? Karena ada beberapa faktor yang membuat pelajar itu minder ke sekolah, misalnya pas jam istirahat tidak beli jajan. Nah Pemkab Banyuwangi hadir memberi bantuan uang saku,” jelas Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Selanjutnya Program Siswa Asuh Sebaya (SAS) yakni program kepedulian antar siswa. Program SAS sudah menyalurkan dana lebih dari Rp22 miliar bagi siswa yang membutuhkan.
Selain itu, ada Program Rindu Bulan, yakni Rintisan Desa Tuntas Belajar 12 tahun untuk meningkatkan rata-rata lama sekolah dengan mengembalikan anak tidak sekolah (ATS) kembali belajar di satuan pendidikan kesetaraan.
“Dengan semua program intervensi tersebut memberikan dampak positif pada IPM pendidikan daerah. Rata-rata lama sekolah meningkat dari 7,66 tahun di 2022 menjadi 7,76 di 2023. Harapan lama sekolah juga naik dari 13,11 di 2022 menjadi 13,12 tahun di 2023,” pungkas Ipuk. [rin/aje]






