Jember (beritajatim.com) – Palang Merah Indonesia Kabupaten Jember, Jawa Timur, bekerja sama dengan Palang Merah Jepang, Japan Red Cross Society ( JRCS), dalam hal kebencanaan.
Jember terpilih berdasarkan hasil penilaian pada Juli 2024 terhadap 228 kabupaten dan kota di Indonesia yang rawan bencana gempa besar. “Kemarin ada tim datang ke Jember, melihat fasilitator dan tenaga-tenaga kami. Setelah itu hasilnya dibawa. Alhamdulillah kok ada informasi kami terpilih,” kata Ketua PMI Jember Moch. Thamrin, Jumat (13/9/2024).
Menurut Thamrin, nanti ada penyandang dana yang bekerja sama dengan PMI Jember untuk memberdayakan masyarakat di bibir pantai. “Kami mengadakan pendampingan dan fasilitasi dengan program-program dari Jepang. Saya belum tahu, tapi yang jelas tentang kebencanaan,” katanya.
Thamrin masih menanti kabar selanjutnya. “Tapi kemungkinan kami akan diundang untuk mengikuti pelatihan-pelatihan. Sementara kemarin masih ada delapan orang yang direncanakan ikut. Tapi terserah pihak Jepang juga,” katanya. Selain itu diperkirakan ada bantuan-bantuan teknis.
Ini kabar bagus bagi PMI Jember. “Core business PMI adalah menyediakan darah dalam jumlah cukup. Tapi di samping itu PMI juga terkait kebencanaan bersama BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah). Jadi di anggaran dasar dan anggaran rumah tangganya disebutkan, membantu tugas pemerintah di bidang kemanusiaan dan masalah kebencanaan,” kata Thamrin.
Perwakilan JRCS, PMI Pusat, dan PMI Jawa Timur sempay mendatangi BPBD dan Taruna Siaga Bencana Dinas Sosial juga. Selain itu, menurut Mamang Pratidina dari PMI Jember, Dinas Pendidikan Kabupaten Jember juga menjadi obyek penilaian karena kesiapsiagaan bencana ini akan melibatkan sejumlah sekolah di pesisir selatan.
“Di pesisir selatan, target kegiatan kesiapsiagaan akan menyasar sejumlah desa, yakni, Dusun Payangan, Desa Sumberrejo, Desa Puger Wetan, Desa Puger Kulon, Desa Keponjen, dan Paseban,” kata Mamang. [wir]






