Tuban (beritajatim.com) – Puluhan mantan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) menunjukkan kemampuan mereka pada Jambore Kesehatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Tuban di Pendopo Kridho Manunggal Tuban, Kamis (12/09/2024). Acara ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai Puskesmas di Kabupaten Tuban dengan tema “Utamakan Kesehatan Mental.”
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Tuban, Ratna Sari, menjelaskan bahwa sekitar 200 orang berpartisipasi dalam kegiatan ini, dengan 33 peserta merupakan mantan ODGJ dari beberapa Puskesmas.
“Pasien ini telah mendapatkan perawatan dan pendampingan dari Puskesmas masing-masing,” kata Ratna.
Kegiatan ini juga bertujuan sebagai seleksi untuk perwakilan Jambore Kesehatan Provinsi Jawa Timur yang akan diadakan pada 2-4 Oktober 2024. Peserta yang menampilkan keterampilan memukau akan dikirim untuk mewakili Kabupaten Tuban di tingkat provinsi.
“Kami berharap bisa meraih juara umum lagi, seperti tahun 2020,” tambahnya.
Ratna juga mengungkapkan harapannya agar kegiatan ini dapat mengurangi stigma di masyarakat terhadap mantan ODGJ, mendorong penerimaan yang lebih baik. “Selama pengobatan berjalan, pasien mampu mengendalikan emosi mereka. Kami berkomitmen dalam pendampingan sehingga bakat-bakat yang mereka miliki dapat muncul,” jelas Ratna.
Para peserta yang tampil menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi, dengan beberapa di antaranya melantunkan ayat suci, berpidato, bernyanyi, menari, bahkan memainkan alat musik.
“Salah satu peserta jago bermain gitar dan bernyanyi, bahkan ada yang sudah bekerja membantu perekonomian keluarga,” tambahnya.
Kepala Dinkes P2KB Tuban, Esti Surahmi, turut mengapresiasi tenaga kesehatan Puskesmas dan para kader atas komitmen mereka dalam mendampingi pasien ODGJ.
“Kami berterima kasih atas dedikasi semua pihak, menjaga kesehatan jiwa adalah upaya penting untuk kemajuan bangsa,” ujar Esti.
Esti juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam proses pemulihan pasien sebagai bentuk terapi lingkungan. “Kami berharap keluarga terus mendampingi dan memastikan pasien minum obat secara teratur, meskipun itu tidak mudah,” pesan Esti. [ayu/beq]






