Gresik (beritajatim.com) – Tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Gresik masih cukup tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) prosentase tingkat penangguran mencapai 6,82%. Tingginya prosentase tersebut membuat pemerintah daerah setempat, menggelar job fair bekerjasama dengan puluhan perusahaan yang digelar di SMK Assa’adah Bungah.
“Saya mengapresiasi upaya SMK Assa’adah yang telah membantu pemerintah daerah dalam mengurangi angka pengangguran. Mengingat angka pengangguran di Gresik masih tergolong tinggi,” ujar Wabup Aminatun Habibah, Kamis (5/9/2024).
Wakil Bupati perempuan pertama di Gresik itu berharap, kolaborasi antara lembaga pendidikan dan perusahaan terus berlanjut. Sehingga, memberikan fasilitas bagi para pencari kerja di kabupaten Gresik.
“Selain job fair kami juga memberikan pelatihan kewirausahaan dan pelatihan kerja untuk meningkatkan skil. Sehingga sesuai dengan yang dibutuhkan perusahaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, meski banyak industri yang berdiri di Gresik, tapi kebutuhan lapangan kerja sangat sedikit. Pasalnya, masih banyak industri yang menggunakan teknologi terbarukan. “Harapannya para pencari kerja di job fair kali ini bisa mendapatkan kesempatan kerja sesuai bidangnya,” imbuhnya.
Sementara itu, Yudhi (21) warga asal Gresik Kota mengatakan, dirinya sudah menyiapkan berkas lamaran pekerjaan. Dirinya akan melamar di salah satu perusahaan sesuai dengan bidangnya. Yakni di bagian akutansi.
Pemuda asal Kelurahan Karangturi itu mengaku baru lulus kuliah di salah perguruan tinggi di Semarang. Setelah mendapat informasi ada job fair dirinya langsung mengurus semua persyaratan. “Harapannya diterima dan bisa segera bekerja di perusahaan,” ungkap pemuda berusia 21 tahun tersebut.
Sekadar diketahui, job fair tahun ini yang digelar di SMK Assa’adah Bungah ini diikuti oleh 20 perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Dimana, terdapat 42 posisi lowongan kerja yang ditawarkan dengan jumlah permintaan mencapai 709 tenaga kerja. Adapun jumlah pelamar kerja sebanyak 1.579 orang. [kun]






