Ngawi (beritajatim.com) – Kekeringan yang melanda Kabupaten Ngawi telah mengakibatkan krisis air bersih yang semakin parah. Warga Desa Gunungsari, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi menjadi salah satu contoh nyata penderitaan akibat minimnya ketersediaan air bersih karena kemarau.
Setiap hari, warga Desa Gunungsari harus menempuh perjalanan jauh menuju sumber air di tengah hutan. Dengan membawa jerigen dan peralatan lainnya, mereka berjalan kaki ratusan meter melewati perkebunan untuk mendapatkan air bersih. Kondisi ini sudah berlangsung selama empat bulan terakhir.
“Kami harus berjalan sekitar setengah kilometer ke hutan untuk mendapatkan air. Kalau datang terlambat, pasti tidak kebagian air.” ujar Joko Santoso, salah seorang warga, Rabu (04/09/2024).
Senada dengan Joko, Sriani, warga lainnya juga mengeluhkan kesulitan mendapatkan air bersih. “Air bersih itu rebutan. Kalau tidak cepat, tidak kebagian. Untuk mencuci, mandi, dan minum, kami harus membeli air isi ulang,” keluhnya.
Catur Widyatmoko, warga lainnya, menambahkan bahwa kondisi ini sangat menyulitkan kehidupan sehari-hari. “Sudah empat bulan kami kesulitan air bersih. Sumur-sumur di sekitar rumah sudah mengering,” ujarnya.
Krisis air bersih di Desa Gunungsari tidak hanya dialami oleh beberapa orang saja. Lebih dari 40 kepala keluarga di desa ini mengalami kesulitan yang sama. Mereka berharap pemerintah segera memberikan bantuan air bersih.
Selain Desa Gunungsari, krisis air bersih juga melanda enam desa lainnya di Kabupaten Ngawi, yaitu Desa Banjarbanggi, Cantel, dan Ngancar di Kecamatan Pitu, Desa Jagir di Kecamatan Sine, Desa Suruh dan Kenongorejo di Kecamatan Bringi dan Desa Kerek di Kecamatan Ngawi.
Terpisah, Kasi Kwedaruratan BPBD Ngawi Partoyo mengungkapkan pihaknya sudah pernah menerima permintaan pengiriman bantuan air ke Desa Gunungsari Kecamatan Kasreman.
“Sampai per 4 September 2024, ada delapan desa di lima kecamatan yang mendapatkan bantuan air bersih dari kami. Tofal sudah 39 tangki kami kirimkan atau 279.500 liter air bersih,” terang Partoyo.
Sampai kini, pihaknya menyediakan dua armada untuk mengirimkan bantuan air di sejumlah desa yang terdampak kekeringan. Meski tidak bisa setiap hari mereka mengirimkan bantuan air bersih. [fiq/ian]






