Tuban (beritajatim.com) – Angkringan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Tuban sosialisasikan pendidikan pengawas partisipatif Kabupaten Tuban.
Konsep yang dikemas secara apik ini, bentuk sosialisasi Bawaslu Tuban agar para peserta tidak merasa bosan dan pesan yang disampaikan bisa mengena kepada para peserta.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Bawaslu Tuban, M. Arifin bahwa sosialisasi seperti konsep angkringan ini boleh juga, ternyata informasi yang diberikan kepada khalayak bisa tersampaikan dan ada lucunya.
“Konsep angkringan itu untuk mencairkan suasanan saja, supaya tidak terlalu formal lah ya dan supaya tidak bosen, biar alamiah seperti di warung-warung,” tutur M.Arifin. Sabtu(31/08/2024).
Karena di Tuban menurut M.Arifin, banyak pecinta kopi, sehingga dikemaslah dengan konsep angkringan kopi untuk menangkap pesan kepada masyarakat.
Termasuk program sosialisasi pendidikan pengawas partisipatif ini dari Bawaslu RI dan setiap provinsi maupun kabupaten/kota ada program tersebut dan tergantung atau menyesuaikan kondisi di Kabupaten/kotanya masing-masing.
“Kebetulan di Tuban ada kampus Unirow yang bersama-sama kita ajak melakukan pengawasan partisipatif,” ujar bung petir sapanya.
Selain itu, bertepatan dengan tahapan berjalan maka pihaknya sebagai Bawaslu Tuban juga meminta kepada pihak kampus atau Universitas serta alumni bisa bersama-sama melakukan pengawasan partisipatif.
“Alhamdulilah pelaksanaan berjalan dengan baik, pesan-pesan tersampaikan dengan banyak yang hadir tadi bisa mengikuti kegiatan ini dengan lancar,” pungkasnya. [ayu/ted]






