Jember (beritajatim.com) – Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman menekankan filosofi kereta api untuk memenangi pemilihan kepala daerah, saat berorasi di hadapan ribuan kader dan pengurus PDI Perjuangan, dalam acara konsolidasi akbar di Seven Dream City, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (29/8/2024).
“Perjuangan tentu akan menghadapi berbagai rintangan, ujian, cobaan, dan halangan. Karena itu seberapapun rintangan yang akan menghadang sebuah perjuangan, maka akan kita singkirkan rintangan itu,” kata putra tokoh NU KH Achmad Shiddiq ini.
“Betapapun besarnya halangan untuk menghadang laju perjuangan, ibarat kereta api, trayek sudah jelas, maka ketika ada halangan, kalau dibel tidak mau minggir, kalau diingatkan tidak mau minggir, maka halangan di rel kereta akan kita tabrak,” lanjut Firjaun, disambut pekik ‘merdeka’ massa.
Dalam filosofi kereta api, menurut Firjaun, masinis boleh berganti. “Tapi trayek dan rel harus tetap, tidak boleh berhanti dan bergeser,” katanya.
Firjaun semula menganggap tugasnya mendampingi Bupati Hendy Siswanto sejak 2021 hingga saat ini telah selesai. Pernyataan ini disambut teriakan ‘belum’ oleh massa. “Lanjutkan!” pekik massa.
Firjaun tersenyum mendengar jawaban massa. “Sebentar, saya mau cerita dulu. Semula saya menganggap sudah selesai. Kemudian hari demi hari waktu berjalan, ternyata ada upaya besar dari mereka yang ada di pusat untuk menskenario kotak kosong,” katanya.
“Hati kami, saya pribadi, kemudian bergejolak. Ini sama artinya dengan tidak memberikan hak memilih kepada rakyat. Upaya kita lakukan. Tidak hanya lahiriah, tapi juga batiniah. Pintu sudah tertutup. Semua sudah tertutup. Tinggal PDI Perjuangan yang belum menurunkan rekom (untuk satu calon yang didukung mayoritas partai),” kata Firjaun.
“Akhirnya mereka boleh berencana, mereka boleh menskenario. Tapi skenario Allah SWT tidak akan bisa dikalahkan dan unpredictable. Sama sekali tidak bisa kita prediksi, dengan munculnya putusan Mahkamah Konstitusi,” kata Firjaun.
Putusan MK ini membuat semangat Firjaun terlecut. “Ternyata perjuangan tidak akan berhenti,” kata Firjaun.
Firjaun mengakui, Pemerintah Kabupaten Jember masih banyak memiliki kekurangan selama ini. “Karena itu, kami memohon kepada semua kader PDI Perjuangan dan rakyat Kabupaten Jember untuk bersama-sama menyempurnakan kekurangan-kekurangan yang kami miliki,” katanya.
“Cinta adalah anugerah dari Allah, dan tidak semua orang diberi cinta. Tapi kalau rakyat, ini adalah tanggung jawab kta. Harus kita bela. Apakah di situ ada cinta atau tidak, harus kita perjuangkan dan harus kita bela tanpa melihat latar belakang, tanpa melihat ras, suku, dan agama. Siapapun, ukhuwah wathoniyah, persaudaraan sesama bangsa harus kita tegakkan,” kata Firjaun.
Firjaun mengingatkan para kader PDI Perjuangan dan seluruh pendukung Hendy-Firjaun untuk tetap berusaha keras, kendati sendirian menghadapi kandidat lain yang didukung tujuh partai parlemen.
Menurut Firjaun, begitu mendengar kabar dirinya dan Hendy bisa mencalonkan diri dalam pilkada, banyak kader partai lain yang ingin mendukung. “Silakan yang di elite berbeda, tujuh (partai) berbanding satu (partai). Tapi kita yang di bawah bergerak karena rakyat,” katanya.
“Mudah-mudahan bentuk pertolongan Allah kepada kita yang akan dizalimi, ini diwujudkan dengan sebuah kemenangan. Merdeka!,” kata Firjaun. [wir]






