Sumenep (beritajatim.com) – Aksi unjuk rasa para mahasiswa yang tergabung dalam ‘Sumenep Menggugat’ sempat berlangsung panas ketika tidak dijinkan masuk ke gedung DPRD Sumenep untuk melakukan sweeping.
“Kami tidak akan merusak. Kami tidak akan anarkis di dalam. Kami hanya ingin mengecek apa memang benar tidak ada anggota dewan di dalam,” kata korlap aksi, M. Faiq, Senin (26/08/2024).
Ia mengaku ingin membuktikan dengan mata kepala sendiri bahwa wakil rakyat sedang melakukan perjalanan dinas, sehingga banyak yang tidak bisa menemui mahasiswa.
“Kalau kami tidak diijinkan sweeping ke dalam, tunjukkan surat perjalanan dinasnya agar kami percaya bahwa anggota dewan sedang tidak ada di tempat. Kalau tidak, maka kami minta 50 anggota DPRD Sumenep keluar menemui kami disini. Kami tidak mau kalau hanya perwakilan,” tandasnya.
Negosiasi berjalan buntu. Ada 5 anggota DPRD Sumenep yang keluar menemui pendemo. Namun para pendemo tidak puas. Mereka tetap menginginkan semua anggota DPRD Sumenep yang menemui.
Akhirnya mahasiswa memutuskan untuk ‘membaiat’ atau mengambil sumpah para anggota dewan yang keluar menemui mereka. Kelima anggota DPRD Sumenep dibawah Alqur’an diminta menirukan kalimat yang dibacakan korlap.
Salah satu bunyi sumpahnya adalah: “Demi Allah dan demi Rasulullah, kami bersumpah akan mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi, kepentingan golongan, dan kepentingan partai. Apabila kami tidak menepati janji, kami pasrah masuk neraka.”
Sumpah itu langsung riuh setelah di Amin kan oleh para pengunjukrasa. Puas membaiat sebagian anggota DPRD Sumenep, para mahasiswa pun membubarkan diri.
Sementara salah satu anggota DPRD Sumenep asal PKB yang ikut membaca sumpah, Rasyidi mengaku tidak ada masalah dengan sumpah itu. Baginya, sumpah yang diucapkan itu memang menjadi komitmennya sebaga anggota DPRD.
“Kan memang sesuai dengan komitmen kita, bekerja untuk rakyat. Mengutamakan rakyat di atas kepentingan dirinya sendiri dan golongan. Jadi bagi kami ya tidak apa-apa mengucapkan sumpah itu. Toh itu sekali lagi, bagian dari komitmen kami ketika terpilih duduk di kursi legislatif,” tandasnya. (tem/ted)






