Blitar (beritajatim.com) – Aksi pengemis yang ada di Blitar ini bikin warganet geregetan. Dari unggahan akun tiktok @dnswahyy memperlihatkan seorang pengemis yang terlihat datang ke tempat pangkalannya yang disebut-sebut ada di wilayah Kabupaten Blitar.
Yang bikin greget adalah ternyata pengemis perempuan itu saat usai menjalankan aktifitasnya ternyata dijemput sepeda motor yang cukup mentereng. Dalam video tersebut terlihat pengemis perempuan yang mangkal di simpang empat yang disebut-sebut di wilayah Lodoyo Kabupaten Blitar meminta uang dari pengendara.
Pengendara yang memberikan uang ke pengemis ini menaiki sepeda motor honda beat, sementara ternyata si pengemis tadi justru dijemput dengan sepeda motor honda PCX. Caption yang disematkan juga cukup menggelitik, “yang ngasih naik beat #pengemis nya dijemput naik pcx,” seperti dikutip pada Sabtu (24/8/2024).
Unggahan ini langsung mendapat beragam tanggapan dari warganet. “Lho baru saja aku kasih uang,” tulis akun @predikampret
“Iya mas sama (dengan emoticon menangis),” ungkap akun @lay.
Saat di akhir video memang terlihat jika pengemis dengan jilbab hitam tersebut dijemput laki-laki memakai jaket warna ungu yang mengendarai PCX.
Jika menilik dari harga kendaraan tersebut berada di kisaran Rp 25 jutaan. Sedangkan untuk pemberinya yang mengendarai beat, antara Rp15-19 juta. Banyak warganet yang memilih tidak memberikan uang kepada pengemis dan memilih untuk membeli makanan dari penjual yang perlu dibantu.
“500 tidak akan membuatmu miskin” tapi 500 peng akeh iso ngge tuku PCX (- 500 tidak akan membuat miskin, tapi 500 bisa untuk membeli PCX,” ucap sinis akun @Lu.
“Ternyata lebih kasian aku “, tulis akun @putrirahma disertai emot menangis.
Dengan adanya kondisi ini, perlu adanya campur tangan pemerintah untuk menertibkan para pengemis, sebagai cara untuk menjaga keindahan dan ketertiban lingkungan. Selain itu juga untuk menciptakan pribadi yang tidak malas dan hanya mengandalkan uluran tangan orang lain. (owi/kun)







1 Komentar
Kau yang salah , pengemis itu bukan pekerjaan orang yang miskin, tapi sebuah propesi alternatif yang menjanjikan. Penghasilan bisa dua kali lipat UMR