Surabaya (beritajatim.com) – Laila Mufidah seorang kader senior perempuan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Surabaya kembali dilantik sebagai anggota DPRD Surabaya untuk periode 2024-2029. Pelantikan ini menandai periode ketiga Laila Mufidah dalam mengemban amanah sebagai wakil rakyat.
Dengan raihan suara mengesankan sebanyak 13.865, Laila Mufidah berhasil mengamankan posisinya sebagai caleg dengan perolehan suara tertinggi di daerah pemilihan 3, yang dikenal sebagai “dapil neraka”.
Prestasi ini juga menjadikannya caleg perempuan dengan suara terbanyak di seluruh Surabaya pada periode ini. “Alhamdulillah, ini merupakan amanah dan tanggung jawab dari masyarakat yang harus dijaga. InsyaAllah, kami di Fraksi PKB DPRD Surabaya senantiasa siap mengawal aspirasi dan menjembatani warga dengan pemerintahannya,” ungkap Laila Mufidah yang pada periode sebelumnya menjabat sebagai wakil ketua DPRD Surabaya, Sabtu (24/8/2024).
Keberhasilan Laila Mufidah meraih suara terbanyak, khususnya di kalangan perempuan, menjadi sorotan tersendiri. Pada periode ini, hanya 10 caleg perempuan yang berhasil lolos ke DPRD Surabaya, dan Laila Mufidah adalah salah satunya.
Popularitasnya yang merambah lintas generasi, baik di kalangan ibu-ibu maupun anak muda NU, menjadi salah satu kunci kesuksesannya. Laila Mufidah menekankan pentingnya “politik santun” sebagai kunci keberhasilannya selama ini.
Sebagai ketua Perempuan Bangsa Surabaya dan bendahara umum Perempuan Bangsa Jatim, ia juga menjunjung tinggi prinsip-prinsip Islam moderat yang inklusif dan toleran, serta peduli terhadap pemberdayaan perempuan.
“Sejak menjadi kader hingga diberikan amanah sebagai pengurus PKB Surabaya pada 2004, modal pertama yang harus dijaga adalah mengutamakan politik santun,” ujar Ketua Muslimat Surabaya ini.
Meskipun telah berpengalaman, Laila Mufidah tidak ingin berpuas diri. Ia berkomitmen untuk terus mengedepankan kerja-kerja kerakyatan dan memperjuangkan program-program pro rakyat. Salah satu program yang berhasil ia realisasikan adalah insentif untuk marbot musala dan penjaga rumah ibadah.
Ketika ditanya tentang kemungkinan terpilih kembali menduduki kursi pimpinan dewan, Laila Mufidah dengan rendah hati menyerahkan keputusan tersebut kepada pimpinan partai. Ia menegaskan kesiapannya untuk menjalankan instruksi partai demi kemaslahatan umat.
“Saya tidak menaruh target apapun ketika pertanyaan tersebut menyangkut pimpinan dewan. InsyaAllah nantinya pasti akan diputuskan yang terbaik oleh internal PKB, baik dari DPP, DPW, dan DPC. Sebagai petugas partai yang ada di Fraksi PKB, saya akan taat dan patuh apa yang menjadi keputusan partai nantinya,” pungkas dia. [asg/kun]






