Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Terbuka (UT) Surabaya memulai Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) tahap 1 di tiga lokasi berbeda, yakni Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik pada Sabtu (24/8/2024).
Setidaknya ada 841 mahasiswa baru (maba) UT Surabaya yang mengikuti kegiatan OSMB tersebut. Rinciannya, sebanyak 396 maba mengikuti acara di Surabaya, 215 maba di Sidoarjo, dan 230 maba di Gresik.
“Hari ini kita menyelenggarakan layanan pendukung kesuksesan belajar tahap 1 OSMB. Jadi, tahap 1 ini bersamaan di tiga lokasi, sesuai dengan pendaftar yang bayar SPP,” ujar Direktur UT Surabaya Dr Suparti.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan mahasiswa baru pada sistem pendidikan jarak jauh dan membekali mereka dengan informasi dasar mengenai UT, termasuk pendaftaran, pembelajaran, dan layanan tutorial online.
“UT sistemnya perguruan tinggi terbuka, mandiri, jarak jauh. Karena itu, kita membekali mahasiswa baru supaya tahu bahwa di UT seperti ini loh belajarnya. Jadi, hal itu kami sampaikan biar mereka tidak kaget,” jelas Suparti.
Suparti mengungkapkan bahwa pada kegiatan OSMB hari pertama ini, para maba mendapatkan informasi seputar UT Surabaya, misalnya cara registrasi, metode pembelajaran, serta layanan tutorial online.
Selanjutnya, kata dia, para maba akan mengikuti Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ) dalam bentuk kelas, di mana mereka akan dilatih dalam membaca modul dan mengerjakan tugas online.
Sistem pendidikan UT yang berbasis jarak jauh memerlukan pemahaman khusus soal pembelajaran dan ujian yang dilakukan secara online. “Ketemu dosen itu tidak wajib bagi mahasiswa UT, tapi membaca modul yang sudah ditulis oleh dosen itu wajib,” katanya.
Suparti menambahkan, selama masa kuliah, mahasiswa dapat memantau perkembangan studi mereka melalui aplikasi. Untuk tutorial tatap muka, nilai mahasiswa akan di-entry oleh tutor, sedangkan untuk tutorial online, pemantauan dilakukan melalui aplikasi.
Ia juga mengungkapkan bahwa sepertiga dari maba UT yang hadir ini adalah mereka yang belum bekerja. Suparti pun berharap dengan sistem pembelajaran mandiri di UT Surabaya ini akan membekali mereka untuk menghadapi tantangan di masa depan.
“Dengan kemandirian, mereka akan bisa menghadapi tantangan di masa depan, harapan kami begitu. Kunci sukses itu adalah tertib dan disiplin. Waktunya belajar ya belajar, kalau ada tugas juga dikerjakan,” tutur Suparti.
Sekedar informasi, sekitar 900 maba UT Surabaya telah melakukan pembayaran SPP. Dari 17.151 mahasiswa yang telah terdaftar, diharapkan sekitar 15 ribu orang dapat menyelesaikan pembayaran SPP. Biasanya, tingkat keberhasilan pembayaran mencapai 85 persen. [ipl/beq]






