Malang (beritajatim.com) – Beon Intermedia dipercaya sebagai juri dalam acara peningkatan startup yang diadakan Kementerian Koperasi dan UKM. Acara ini diadakan untuk memfasilitasi inkubasi melalui program peningkatan kapasitas startup.
Terdapat beberapa rangkaian kegiatan yang dilakukan. Salah satu acaranya adalah Demo Day. CEO Ngalup Collaborative Network, Andina Paramitha dan Founder Beon Intermedia, Farid Rahman berkesempatan menjadi juri.
Mereka memberikan penilaian terhadap lima startup yang terlibat. Kelimanya, yaitu Methabarata, Arta Grow Persada, Bambusa Education, Angphotorion dan Fish King.
Andina Paramitha mengungkapkan bahwa para startup yang berkompetisi sangat potensial dan penuh inovasi. Namun, terdapat mereka masih perlu memperkuat story behind the produk.
“Mereka perlu memperkuat kolaborasi dengan stakeholder mendukung keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis. Sejumlah startup juga harus memperkuat model bisnisnya,” ujar Andien, Sabtu (24/8/2024) saat acara yang berlokasi di hotel Horison, Kota Batu.
Andien menilai startup harus memperkuat model bisnisnya agar lebih fokus. “Semua startup yang berkompetisi disini keren, idenya bagus semua,” jelas CEO Ngalup Collaborative Network ini.
Sementara itu, Farid Rahman menambahkan bahwa startup justru sudah punya traksi dan produknya diterima oleh pasar. “Artinya, produk mereka sudah valid. Secara ide bagus,” kata dia.
Namun, Farid menilai ada startup yang justru harus memikirkan bisnisnya untuk jangka panjang. Menurutnya, startup harus jelas scalability-nya.
“Tujuannya harus jelas, possible atau tidak dibesarkan. Sehingga, harus lebih fleksibel dalam mengikuti perkembangan,” ungkapnya.

Menurut Farid, selain menyelesaikan masalah startup harus mampu memberi social impact bagi masyarakat. Startup perlu memberikan dampak sosial yang positif karena juga memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi kepada masyarakat.
“Dengan menciptakan solusi yang tidak hanya inovatif tetapi juga bermanfaat bagi banyak orang, juga mendukung pertumbuhan jangka panjang startup itu sendiri,” pungkas dia.
Sebagai informasi, kegiatan ini bekerjasama dengan lembaga inkubator terpilih dari berbagai daerah. Di Malang, yang menjadi lembaga inkubator adalah Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains dan Teknologi Universitas Brawijaya (DIKST UB).
Asisten Deputi Pengembangan Teknologi Informasi dan Inkubasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, Christina Agustin, A.Pi., MM, menyebut bahwa pihaknya menyoroti peran penting startup dalam kemajuan ekonomi.
“Startup berpotensi untuk menjadi mesin penggerak ekonomi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Anak muda punya daya kreativitas dan semangat inovasi. Dengan startup, mereka dapat mengubah ide mereka menjadi solusi yang berdampak positif bagi masyarakat dan ekonomi,” kata dia.
Sementarai itu, Direktur DIKST Universitas Brawijaya, Mohammad Iqbal, S.Sos, M.IB, DBA menambahkan, terkait dengan program ini, DIKST UB terpilih untuk menginkubasi 20 startup.
“Startup punya tahapan. Mulai dari seleksi, bootcamp, coaching clinic ada juga demo day. Kami berharap, startup ini bisa memperoleh wawasan dan keterampilan lebih mendalam, bertemu dengan mentor hebat, dan dapat membangun jaringan kuat,” tandas dia. (dan/ted)






