Tuban (beritajatim.com) – Calon petahana Aditya Halindra Faridzky atau Mas Lindra dipastikan akan melawan bumbung kosong dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Tuban 2024 nanti. Hal ini menyusul penyerahan rekomendasi dukungan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Dengan rekomendasi dari PKB tersebut, Mas Lindra menyapu bersih dukungan dari partai politik. Di sisi lain, belum ada calon lain yang muncul untuk menjadi pesaing Mas Lindra.
Tetapi, muncul gerakan yang justru mendukung bumbung kosong. Bahkan, ada grup WhatsApp “Relawan Bumbung Kosong Pilkada Tuban” yakni pada Selasa (20/8/2024) berisikan anggota sebanyak 119 orang dengan admin 4 orang.
Dalam group whatshapp tersebut, salah satu admin menyebutkan tujuan dari relawan bumbung kosong ini sebagai upaya agar pesta demokrasi di Tuban dapat berjalan. Sebab apabila salah satu incumbent lawan bumbung kosong maka mengakibatkan ketidakpuasan masyarakat dan dapat mengurangi minat dan partisipasi dalam demokrasi.
Fenomena bumbung kosong ini bahkan menjadi isu yang menarik, dimana pada tahun 2015 di Jawa Timur tepatnya Blitar justru dimenangkan oleh kotak kosong, selain itu pada tahun 2018 di Tangerang, Pasuruan Jawa Timur, Lebak Banten juga mengalami hal serupa.
Tak ayal, para relawan ini juga meyakini bahwa Pilkada di Kabupaten Tuban berpotensi bumbung kosong, yakni dengan ditandainya penyerahan SK dukungan yang dilakukan oleh Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar yang didampingi Ketua Dewan Pimpinan wilayah (DPW) Abdul Halim Iskandar dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB M Miyadi yang memberikan dukungan kepada incumbent.
Sebagaimana yang diketahui, selama ini di Tuban PKB dengan partai Golkar selalu menjadi rival. Namun, untuk Pilkada 2024 justru PKB memberikan dukungannya ke partai Golkar.
Adapun dukungan PKB membawa 11 kursi di DPRD Tuban ini semakin menambah kekuatan politik. Jika melihat incumbent sudah mendapatkan 20 kursi dari partai Golkar, ditambah 3 kursi partai Demokrat, Gerindra 4 kursi, PPP 2 kursi dan PAN dengan 1 kursi. Sehingga total dukungan 41 kursi dari 50 kursi di DPRD Kabupaten Tuban. Artinya jumlah tersebut sudah melampaui syarat untuk maju Pilkada.
Dalam keterangannya Ketua DPC PKB Tuban H. Miyadi usai rapat di kantornya bahwa tidak ada lawan yang mau mencalonkan sebagai calon kepala daerah, serta keputusan tersebut berdasarkan dari DPP PKB.
“Sebenarnya banyak yang mau mencalonkan, namun untuk maju tidak sekedar ingin saja, tapi banyak yang perlu disiapkan,” ujar Miyadi.
Bahkan, sebelumya sempat beredar kabar Riyadi yang merupakan Wakil Bupati dari Aditya Halindra Faridzky bakal mencalonkan. Namun, sejauh ini PKB telah berkomunikasi dengan yang bersangkutan dan tidak menemui jalan terang.
Sehingga, muncul dukungan PKB ke Aditya Halindra Faridzky dan Joko Sarwono yang diyakini bakal memenangkan kontestasi politik di Kabupaten Tuban.
Meski begitu, relawan bumbung kosong ini bakal terus menggelorakan suaranya, apabila benar-benar melawan bumbung kosong. Tak hanya itu, kabarnya relawan ini bakal menggelar deklarasi posko relawan pemenangan bumbung kosong. [ayu/beq]






