Ponorogo [beritajatim.com] – Proyek pembangunan Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP) yang berlokasi di kawasan wisata seluas 29 hektare sedang berlangsung dengan penuh semangat. Mengacu pada masterplan, proyek ini mencakup pembangunan gedung bertingkat dengan patung Reog Ponorogo setinggi 126 meter yang akan menjadi ikon baru Ponorogo.
Yesi Daniel Tri Baskiro, Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) dari Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Ponorogo, menjelaskan bahwa pekerjaan tahap pertama saat ini fokus pada pengecoran lantai dasar dan balok bertingkat. Ini adalah fondasi dari struktur gedung dan patung Reog Ponorogo yang menjadi bagian utama dari kawasan wisata tersebut.
“Pekerjaan pengecoran lantai dasar dan balok bertingkat untuk gedung sampai patung reog berdiri itu adalah proses pembangunan tahap pertama,” ungkap Daniel pada Selasa (13/08/2024).
Ia menambahkan bahwa pembangunan kawasan wisata MRMP akan dilakukan secara bertahap, mengingat luasnya kawasan dan kompleksitas proyek ini. Daniel juga menekankan bahwa persepsi keliru tentang penyelesaian kawasan dalam satu kali tahapan harus diluruskan.
“Kawasan ini sangat luas dan bangunan yang akan didirikan juga sangat besar. Sekali lagi, proses pembangunan berlangsung secara bertahap. Tahap pertama ya fokus pada pembangunan konstruksi gedung dan patung reognya,” tegas Daniel.
Visualisasi tiga dimensi (3D) dari desain kawasan MRMP yang telah beredar luas juga telah menimbulkan beberapa kesalahpahaman di kalangan masyarakat. Daniel maklum jika banyak pihak yang akhirnya keliru memahami tahap-tahap pembangunan ini.
“Struktur utama gedung dan patung reog diproyeksikan selesai bulan Desember 2024,” tambahnya.
Pembangunan MRMP ini telah melalui beberapa tahapan penting, dimulai dari pekerjaan bore pile (tiang pancang) pada 1 Maret 2023, setelah penyiapan lahan yang berlangsung selama setahun sebelumnya. Ground breaking atau peletakan batu pertama proyek ini dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indah Parawansa, pada 11 Maret 2023 di lokasi MRMP.
Proyek ini diharapkan menjadi magnet wisata baru di Ponorogo, tidak hanya sebagai penghormatan terhadap budaya Reog Ponorogo, tetapi juga sebagai pusat peradaban yang memperkaya pengetahuan dan pengalaman para pengunjung. Dengan target penyelesaian tahap pertama pada Desember 2024, masyarakat Ponorogo dan wisatawan dapat menantikan kehadiran monumen ikonik ini dalam waktu dekat.[Adv/End]






