Banyuwangi (beritajatim.com) – Nama Banyuwangi semakin harum di kancah internasional. Kali ini, Kabupaten yang terkenal dengan keindahan alamnya itu sukses memikat dunia dengan kisah sukses pengembangan Geopark Ijen.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, baru-baru ini menjadi pembicara utama dalam Geotourism Festival (Geofest) 2024 di Sydney, Australia. Dalam forum bergengsi yang dihadiri oleh para ilmuwan geologi, pegiat geopark, dan jurnalis dari berbagai negara, Ipuk berbagi pengalaman Banyuwangi dalam mengelola dan mengembangkan Geopark Ijen yang telah ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark (UGG).
Gunung Ijen, dengan fenomena api birunya yang unik dan menjadi satu-satunya di dunia, telah menjadi daya tarik utama bagi wisatawan mancanegara. Banyuwangi berhasil memanfaatkan potensi alam ini untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
“Kami ingin mengabarkan kepada dunia, bahwa UGG Ijen ini mampu mengakselerasi masyarakat Banyuwangi untuk bisa menjaga alamnya sekaligus menggerakkan perekonomian,” ungkap Ipuk.
Salah satu kunci keberhasilan Banyuwangi adalah dengan melibatkan masyarakat secara langsung dalam pengelolaan pariwisata. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi membatasi jumlah hotel berbintang di sekitar kawasan utama Geopark Ijen dan justru memfasilitasi warga untuk mengelola homestay.
“Dengan dampak ekonomi yang dirasakan langsung oleh warga setempat, mendorong mereka juga turut menjaga alam sekitarnya dari kerusakan,” terang Ipuk.
Kisah sukses Banyuwangi dalam mengembangkan Geopark Ijen menjadi inspirasi bagi negara-negara lain. Dalam panel diskusi, Ipuk berdiskusi dengan sejumlah ilmuwan dan pemimpin UNESCO Global Geopark lainnya, seperti Jon Hronsky, Professor Phil McManus, dan Sasha Morriss. [rin/beq]






