Pasuruan (beritajatim.com) – Pembersihan Kali Wangi yang berada di Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan telah berlangsung selama enam hari. Hal ini membuat Pj Bupati Pasuruan Andriyanto melakukan pemantauan langsung kepada sungai yang tercemar.
Andriyanto juga mengatakan, saat dilakukan pemantauan, Kali Wangi sudah tak tercium bau tak sedap. Namun hal ini tak membuat dirinya menelan mentah-mentah tak terciumnya bau busuk yang timbul di kali Wangi.
“Kami akan terus melakukan pemantauan dugaan pembuangan limbah yang dilakukan oleh 16 perusahaan di sekitaran kali Wangi. Untuk saat ini memang baunya sudah tidak busuk lagi karena sudah di siram oleh air,” jelasnya, Sabtu, 10 Agustus 2024.
Andriyanto juga menjelaskan bahwa saat ini pihaknya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sudah mengambil sample air yang mengalir di kali Wangi. Pengambilan sample ini sudah dilakukan oleh DLH Kabupaten maupun DLH Provinsi.
Untuk mengetahui hasil dari pengambilan sample tersebut, masyarakat harus menunggu selama dua minggu hari kerja. Dan setelah sudah diketahui, hasil sample tersebut nantinya akan dilaporkan kepada Pj Bupati Pasuruan.
“Sudah dilakukan untuk pengambilan sample kali Wangi ini, kami juga masih belum mengetahui dari 16 perusahaan tersebut siapa yang membuang limbahnya. Jadi nanti tunggu saja hasil pengambilan sample,” lanjutnya.
Andriyanto juga menyatakan bahwa jika memang setiap perusahaan sudah menaati dengan membangun IPAL di setiap pabriknya dan limbah yang dikeluarkan memenuhi baku mutu, itu masih belum bisa ditentukan. “Bisa juga setiap pabrik yang membuang limbah disini bercampur aduk jadi satu jadi mengakibatkan bau busuk,” tutupnya. [ada/beq]






