Gresik (beritajatim.com)- Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) Petronas Indonesia di kuartal kedua 2024 terus mengoptimalkan seluruh wilayah kerjanya (WK) yang dikelolanya. Langkah ini diambil sebagai komitmennya mendukung ketahanan energi Indonesia melalui pengembangan dan peningkatan produksi minyak dan gas bumi. Khususnya di WK Ketapang dan WK North Madura II.
Vice President of Production Operations Petronas Indonesia, Wimbuh Nawa Nugroho menuturkan, di kuartal kedua 2024, dari seluruh WK yang dikelola mencatat produksi migas sebesar 25.000 BOEPD (barel setara minyak per hari).
“Dari capaian itu, kami berkomitmen terus memberikan kontribusi positif terhadap industri hulu migas di Indonesia melalui pengembangan bisnisnya secara berkelanjutan,” tuturnya, Kamis (1/8/2024).
Lebih lanjut Wimbuh Nawa Nugroho mengatakan, komitmen itu terwujud dengan perpanjangan kontrak bagi hasil untuk WK Ketapang di Utara Pulau Madura. Adanya perpanjangan ini, Petronas dapat terus beroperasi hingga tahun 2048.
“Petronas juga menandatangani kontrak bagi hasil untuk WK Bobara, di lepas pantai Papua Barat, serta menjadi mitra kerja dari lima kontrak bagi hasil lainnya yang terletak di lepas pantai Sumatra, Laut Natuna, Jawa Timur, dan Indonesia Timur,” katanya di sela-sela kunjungan Lapangan SKK Migas-Petronas Indonesia di Onshore Receiving Facilities Bukit Tua, Gresik, Jawa Timur.
Wimbuh menambahkan, penandatanganan kontrak bagi hasil untuk WK Bobara menjadi tonggak capaian penting bagi Petronas Indonesia dalam ekspansi bisnisnya ke wilayah Indonesia Timur, mengikuti penandatanganan kontrak bagi hasil untuk WK Masela yang terletak di perairan Laut Arafura pada tahun 2023.
“Dari semua WK yang kami kelolah, saat ini Petronas Indonesia fokus dalam pengembangan Lapangan Hidayah yang terletak di Wilayah Kerja North Madura II. Harapannya fase pengembangan Hidayah dapat berjalan sesuai dengan jadwal yakni onstream pada tahun 2027, dengan perkiraan produksi mencapai 19 ribu BOPD (barel minyak per hari),” imbuhnya.
Sebagai salah satu pelaku industri hulu migas di Indonesia lanjut Wimbuh, Petronas Indonesia mendukung target pemerintah untuk mewujudkan ketahanan energi melalui pencapaian target produksi yang ditetapkan. “Petronas Indonesia bertekad untuk menyediakan suplai energi yang andal melalui pengembangan proyek-proyek,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Departemen Komunikasi SKK Migas, Nyimas F. Rikani mengapresiasi capaian-capaian penting yang telah diraih oleh Petronas Indonesia dalam industri minyak dan gas bumi nasional. “Selama puluhan tahun, Petronas Indonesia telah menjadi salah satu pemain utama dalam sektor ini dan memberikan kontribusi signifikan dalam memenuhi kebutuhan energi nasional,” paparnya.
Adanya perpanjangan kontrak bagi hasil untuk WK Ketapang, dia berharap Petronas Indonesia dapat terus memastikan kelangsungan produksi energi yang dibutuhkan oleh masyarakat. “Sejak produksi pertama di WK ini pada tahun 2015, Petronas telah menjadi salah satu kontributor utama dalam memenuhi permintaan energi di Jawa Timur,” katanya.
Menurut Nyimas, sebagai salah satu produsen gas terbesar di Jawa timur, SKK Migas terus mendorong Petronas Indonesia untuk dapat lebih aktif dalam melakukan pengembangan dan pencarian cadangan-cadangan baru. Untuk memenuhi permintaan gas dari konsumen yang berasal di Jawa Barat.
“Kita ketahui bersama bahwa saat ini produksi gas bumi di Jawa Timur tidak dapat terserap seluruhnya, sehingga kita berharap saat pembangunan pipa gas Cirebon-Semarang telah selesai dibangun, Petronas Indonesia dapat turut andil dalam pemenuhan kebutuhan gas di wilayah Barat Indonesia,” pungkasnya. [dny/kun]






