Tuban (beritajatim.com) – Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tuban melaporkan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Juni 2024, atau selama satu semester. Laporan tersebut disampaikan pada Rabu (31/07/2024).
Laporan ini mencakup kinerja berbagai instansi seperti KPP Pratama Pajak Tuban, KPPBC Bojonegoro, dan Badan Pusat Statistik (BPS). Kepala KPPN Tuban, Martina Sri Mulyani, menyampaikan bahwa selain memantau kinerja pelaksanaan APBN, pihaknya juga memberikan apresiasi kepada Satuan Kerja (Satker) atas kepatuhan kinerja dan pelaksanaan anggaran.
Berdasarkan Keputusan Kepala KPPN Tuban Nomor KEP-54/KPN.1614/2024, KPPN Tuban memberikan penghargaan kepada Satker terbaik dalam kategori Pagu Besar dan Pagu Kecil.
“Pada akhir Juni, penerimaan perpajakan mencapai Rp 201,43 miliar dari target Rp 589,45 miliar, atau 34,17%, dengan pertumbuhan sebesar 4,51% dibandingkan realisasi tahun 2023,” ujar Martina Sri Mulyani.
Martina juga menjelaskan detail penerimaan pajak lainnya:
– Penerimaan PPN: Rp 40,68 miliar atau 18,09% dari target, mengalami kontraksi 1,25% dibandingkan tahun 2023.
– Penerimaan PPh: Rp 152,87 miliar atau 48,69% dari target, tumbuh 7,94% dibandingkan tahun 2023.
– Penerimaan PBB: Rp 1,09 miliar atau 3,20% dari target, mengalami kontraksi 62,51% dari tahun 2023.
– Penerimaan pajak lainnya: Rp 6,78 miliar atau 41,74% dari target, terkontraksi 2,78% dibandingkan tahun 2023.
Selain itu, realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp 21,43 miliar atau 156,80% dari target, mengalami kontraksi 27,25% dibandingkan tahun 2022. Dibandingkan tahun 2023, PNBP mengalami penurunan dari Rp 29,45 miliar menjadi Rp 21,43 miliar.
“Realisasi Belanja Pemerintah Pusat mencapai Rp 218,75 miliar atau 46,93% dari pagu Rp 466,14 miliar, dengan pertumbuhan 38,45% dibandingkan tahun 2023,” tambah Martina.
Hingga 29 Juli 2024 pukul 17.49 WIB, realisasi terkini untuk Belanja Pemerintah Pusat mencapai Rp 245,99 miliar atau 52,77% dari pagu.
“Realisasi Transfer ke Daerah pada Juni 2024 mencapai Rp 1.149 triliun atau 47,63% dari target pagu Rp 2.413,68 miliar,” jelas Martina.
Realisasi transfer tersebut terdiri dari:
– Dana Bagi Hasil: Rp 227,41 miliar atau 43,86%.
– Dana Alokasi Umum: Rp 578,13 miliar atau 54,28%.
– Dana Transfer Khusus: DAK Fisik realisasi Rp 0 miliar dari target pagu Rp 172,51 miliar.
– DAK Non Fisik: Rp 174,40 miliar atau 49,06% dari pagu Rp 355,46 miliar.
– Dana Desa: Rp 169,79 miliar atau 56,2% dari pagu Rp 302,13 miliar.
“Realisasi Transfer ke Daerah terkini per 29 Juli 2024 pukul 17.49 WIB sebesar Rp 1.213,12 miliar atau 50,26% dari pagu,” pungkasnya. [ayu/but]






