Bojonegoro (beritajatim.com) – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bojonegoro Robby Adi Perwira berbicara soal Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 jika hanya ada pasangan calon bupati-wakil bupati tunggal.
Dalam kontestasi politik lima tahunan tersebut, jika hanya ada satu calon maka sudah diatur dalam Undang-undang nomor 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dalam Pasal 54 C dan D.
Dalam pasal tersebut, jika dalam masa pendaftaran hanya ada satu pasangan calon yang mendaftar maka ada perpanjangan waktu pendaftaran. Masa perpanjangan waktu pendaftaran bisa diperpanjang selama 3 hari.
“Sesuai jadwal, masa pendaftaran pasangan calon bupati-wakil bupati itu dibuka pada tanggal 27-29 Agustus 2024,” ujarnya, Selasa (30/7/2024).
Robby menambahkan, jika dalam masa penambahan waktu pendaftaran calon bupati dan wakil bupati tidak ada yang mendaftar, maka dipastikan calon bupati dan wakil bupati di Pilkada 2024 ini akan tunggal. “Kalau calon tunggal dalam surat suara hanya ada satu foto saja, dan foto satunya hitam putih,” tambah Robi.
Sementara dalam Pasal 54 D, pasangan calon tunggal dinyatakan menang jika mendapat lebih dari 50 persen suara sah. Sedangkan, jika pasangan calon tunggal tersebut kalah, maka jabatan bupati, gubernur, dan walikota diisi oleh Penjabat (Pj).
“Jika belum ada pasangan calon yang terpilih, maka akan dilakukan pemilihan berikutnya sesuai peraturan perundang-undangan,” terangnya.
Sementara diketahui, jika dalam Pilkada Bojonegoro 2024 proyeksi pasangan calon bupati-wakil bupati yang sudah mendeklarasikan diri maju baru pasangan Setyo Wahono-Nurul Azizah.
Setyo Wahono-Nurul Azizah kini sudah mendapat tujuh dukungan dari partai politik (Parpol) yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM). Tujuh parpol itu, Partai Gerindra, Demokrat, PPP, PBB, Golkar, PSI, dan PAN. Dengan total 28 kursi legislatif.
Sedangkan, petahana atau mantan Bupati Bojonegoro periode 2018-2023 Anna Muawanah hingga saat ini belum mendeklarasikan diri akan maju. Meski, sejumlah alat peraga sosialisasi sudah menyebar ke beberapa titik strategis di kota migas ini.
Sejumlah politikus dari PKB yang dipimpinnya sekarang masih belum memberikan statement soal rencana pencalonan Ketua DPC PKB Bojonegoro itu. Sekretaris DPC PKB Bojonegoro Abdulloh Umar maupun Tim Bapilu Bojonegoro Farida Hidayati beberapa kali dikonfirmasi tidak memberikan jawaban. [lus/kun]






