Bekasi (beritajatim.com) – Pernah merasakan pahitnya hidup sebagai pemulung, Bang Edi kini menjelma menjadi wirausahawan sukses. Kisah inspiratif ini bermula dari uluran tangan Menteri Sosial Tri Rismaharini yang membantunya memulai usaha jus dan es campur di Sentra Kreasi Atensi (SKA) Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) milik Kementerian Sosial.
“Dulu hidup saya susah sekali, tapi berkat Bu Risma, hidup saya berubah 180 derajat,” ungkap Bang Edi penuh syukur. Sebelumnya, ia sempat hidup di jalanan dan mencari nafkah dengan memulung. Pertemuan tak terduga dengan Mensos Risma menjadi titik balik kehidupannya.
“Saat itu saya sedang bingung dan putus asa. Tiba-tiba bertemu Bu Risma di jalan. Beliau langsung mengajak saya ke STPL dan memberikan bantuan modal usaha,” kenang Edi.
Bantuan yang diberikan Kemensos tidak hanya sebatas modal, namun juga tempat tinggal yang layak dan fasilitas usaha yang lengkap. Dengan tekad yang kuat, Edi memulai usahanya. Meski awalnya sempat sepi pembeli, namun seiring berjalannya waktu, usaha jus dan es campurnya semakin berkembang.
“Alhamdulillah, sekarang omset saya bisa mencapai Rp 15-25 juta per bulan,” ujar Edi dengan senyum lebar. Keberhasilan Edi ini membuktikan bahwa dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah, siapa pun bisa mengubah nasibnya.
Kisah Bang Edi menjadi bukti nyata bahwa bantuan sosial yang tepat sasaran dapat memberikan dampak yang sangat positif bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang kurang mampu. Melalui program-program pemberdayaan masyarakat, Kemensos terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan. [ian]






