Banyuwangi (beritajatim.com) – Jalannya balapan di Etape 4 Tour de Banyuwangi Ijen berlangsung sengit. Tipisnya poin dan catatan waktu membuat para pembalap berusaha untuk memimpin.
Pada balapan ini, Mehrawi Kudus dari Terengganu Cycling Team, Malaysia berhasil menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 4 jam 34 menit 56 detik. Di peringkat kedua ada rekan setimnya yang juga dari Trengganu, Mikel Eyob dengan waktu 4 jam 36 menit 9 detik. Sementara Prades Reverte Benjami dari VC Fukuoka (Jepang) menempati di posisi ketiga dengan 4 jam 37 menit 9 detik.
Usai finish, Mehrawi Kudus mengatakan memiliki ekspektasi tinggi terhadap tanjakan Gunung Ijen. Bahkan dirinya bersama tim telah mempelajari kondisi serta kesulitan jalur tanjakan yang masuk kategori Hors Categorie tersebut.
“Saya punya ekspektasi tinggi dengan track Ijen. Ini pertama kalinya saya ke Banyuwangi. Saya juga belajar banyak dari para cyclist yang lebih dulu pernah merasakan Ijen untuk mengetahui kesulitannya. Jika diukur skala 1 sampai 10, Ijen memiliki nilai 9,” ungkap Kudus.
Pembalap Grand Tour itu mengatakan hasil ini sesuai dengan strategi timnya. Timnya berusaha untuk selalu berada di peloton hingga di King of Mountain (KOM) terakhir yakni di KM 162 Gunung Rante, Ijen.
Dia menyebut, pada 6 kilometer akhir menuju finish, melakukan breakaway dan berhasil menyusul Adne Van Engelen asal Rojai Insurance Thailand yang sebelumnya memimpin, dan akhirnya menjadi yang tercepat.
“Ketinggian 2000-an mdpl merupakan posisi ternyaman saya untuk menyusul. Saya melihat Adne akselerasi di awal, tapi menuju 6 kilometer menjelang finish saya coba menyusul dan berhasil,” kata Kudus.
Kudus mengakui 4 etape di Ijen adalah race yang berat. Namun dukungan masyarakat Banyuwangi membuatnya terus bersemangat untuk memberikan yang terbaik. “Spektakuler. Bahkan sedari etape awal saya dapat dukungan yang luar biasa,” terangnya. (rin)
[rin/aje]






