Tuban (beritajatim.com) – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tuban menggelar rapat kerja dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dalam rangka pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2025.
Dalam rapat tersebut, Komisi III berfokus pada penyampaian penunjang program prioritas di tahun mendatang, sekaligus menyampaikan rekap terkait KUA – PPAS 2025 namun belum ada penunjang prioritas.
Ketua Komisi III Hartomo menyampaikan, pihaknya mengajak OPD terkait untuk membahas KUA PPAS dan dalam laporan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP2P) Kabupaten Tuban fokus utamanya yakni di bidang pertanian.
“Memang kami jadwalkan OPD terkait untuk membahas hal tersebut,” ujar Hartomo. Kamis (25/07/2024).
Saat rapat berlangsung, DKP2P Kabupaten Tuban Eko Julianto menjelaskan mengapa bidang pertanian menjadi fokus utama, sebab dalam rangka percepatan areal tanam khusus padi.
“Apalagi Tuban mendapatkan target tambahan dari kementerian untuk menghindari impor beras,” bebernya.
Eko sapaan akrabnya juga menjelaskan, bahwa adanya penurunan anggaran karena proses di Tahun 2025 banyak kegiatan berkelanjutan, seperti penanggulangan stunting yang dilakukan melalui program pemberdayaan Gerakan Konsumsi Pangan Beragam Bergizi Seimbang (B2SA) dan asuransi jaminan sosial ketenagakerjaan bagi nelayan.
“Intinya bagaimana produksi sektor pertanian, perikanan dan peternakan naik yang menjadi fokus kami kedepan,” terang Eko.
Lanjut, terkait Gerakan Pangan Murah, Eko berencana akan memperbesar volumenya di 20 kecamatan dan memproses peraturan menteri tentang ketahanan pangan dan gizi.
“Kami juga akan bekerjasama dengan Bulog untuk penyediaan cadangan beras,” terang dia.
Disisi lain, Kepala Dinas Koperasi, Usahan Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Tuban Agus Wijaya juga menyampaikan laporannya dan ada dua urusan wajib koperasi dan UKM yang terurai dalam enam program.
“Adapun dalam bidang koperasi fokusnya pada peningkatan koperasi di Kabupaten Tuban, sedangkan dibidang UKM diharapkan bisa menumbuhkan wirausaha baru dengan tujuan untuk menanggulangi kemiskinan,” ungkap Agus Wijaya.
Ia berharap ditahun mendatang wirausaha baru bisa naik dua kali lipat, serta bidang perdagangan juga menjadi perhatian terkait revitalisasi pasar yang memerlukan penataan ulang agar tidak kalah dengan pasar online.
“Perlu desain bagus untuk pasar khususnya Pasar Baru Tuban yang lebih mengarah ke pasar modern dan tentunya dapat terintegrasi dengan wisata di Tuban seperti Goa Akbar di selatan Pasar Baru Tuban dan Pantai Boom disisi utara yang berdekatam dengan Pasar Sore,” pungkasnya. [ayu/aje]
![Rapat KUA PPAS, 2 OPD Bancakan Program Prioritas di Komisi III DPRD Tuban Rapat Komisi III DPRD Tuban bersama OPD terkait. [foto: Diah Ayu/beritajatim.com]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2024/07/kuaps-tuban-1.jpeg)





