Bondowoso (beritajatim.com) – DPRD Kabupaten Bondowoso berharap program perbaikan jalan tak dipolitisir di momen Pilkada 2024.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bondowoso Sutriyono menjelaskan, program perbaikan jalan sudah tersusun dan terencana sejak setahun lalu. Disebutkan, ada 93 titik pembangunan jalan yang digarap di Kabupaten Bondowoso memasuki semester II tahun 2024 ini.
Seluruh titik yang diajukan itu merupakan aspirasi dari masyarakat yang diusulkan berjenjang mulai dari musrenbangdes sejak awal 2023. “Program pembangunan infrastruktur itu dipersiapkan mulai awal Februari 2023,” kata Sutriyono kepada beritajatim.com, Kamis (25/7/2024).
Ada beberapa wadah serap aspirasi mulai jenjang Musrenbang Desa, Kecamatan hingga Kabupaten.
“Di DPRD itu ada reses. Di hasil Musrenbang dan reses tahun 2023 itulah menjadi program kegiatan untuk APBD 2024,” kata legislator PKB ini.
Ia menyatakan bahwa jauh hari sebelum pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas dan Plafon Sementara (KUA-PPAS), saluran perencanaan sudah berjalan. “Sampai bulan April 2023 Musrenbang Kabupaten dilaksanakan,” ucapnya.
Dia mengatakan, Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) saat ini semakin ketat. “Maka tidak ada yang namanya program yang tiba-tiba muncul di pertengahan tahun anggaran berjalan, dan itu tidak boleh,” tegasnya.
Menariknya, ada anggapan bahwa program perbaikan jalan merupakan respon cepat mantan Pj Bupati Bondowoso Bambang Soekwanto usai sidak jalan rusak. “Jadi ketika saat ini ada pelaksanaan pembangunan hasil aspirasi ada yang mengaku-ngaku, kami ketawa saja,” sentilnya.
Diketahui bahwa Bambang Soekwanto resmi diganti oleh Muhammad Hadi Wawan Guntoro sebagai Pj Bupati Bondowoso. Bambang Soekwanto yang merupakan ASN mundur dari jabatan itu karena ingin berkontestasi dalam Pilkada 2024. [awi/suf]






