Malang (beritajatim.com) – Tim Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (Fisip UB) mengadakan pengabdian kepada masyarakat bertema Sekolah Demokrasi Digital sebagai Pendidikan Politik Menghadapi Ancaman Disinformasi Bagi Generasi Muda. Kegiatan ini diadakan pada Jumat (19/7/2024) untuk siswa kelas XI SMA Negeri 2 Lumajang.
Sekolah Demokrasi Digital diinisiasi oleh tiga Dosen Fisip UB, yaitu Dr. Verdy Firmantoro, Yuliezar Perwira Dara, M.Psi. dan Arief Setiawan, MPS. Mereka berkolaborasi dengan Bawaslu Kabupaten Lumajang.
Ketua tim pengabdian Verdy Firmantoro menjelaskan bahwa edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan generasi muda tentang demokrasi digital, literasi digital, dan upaya melawan disinformasi. Apalagi saat ini makin marak disinformasi sebagai tantangan baru abad disrupsi-post-truth.
“Pada era demokrasi digital ini, pembekalan dan pelatihan untuk menciptakan ketahanan informasi menjadi sangat penting bagi generasi muda yang rentan terhadap paparan disinformasi,” ucap Verdy melalui keterangan tertulis, Sabtu (20/7/2024).
Verdy Firmantoro yang punya fokus di bidang komunikasi politik juga menjadi pembicara. Ia menyampaikan materi tentang Resiliensi Generasi Muda Terhadap Disinformasi Politik: Membangun Kritisisme Media Melalui Sekolah Demokrasi Digital.
“Dalam materi tersebut dipaparkan mengenai definisi disinformasi, ciri disinformasi, bagaimana disinformasi dapat muncul terutama dalam konteks politik, hingga bagaimana cara atau tips untuk menghadapinya,” ungkap Dosen di Departemen Ilmu Komunikasi Fisip UB itu.
Selain itu, pihaknya dijelaskan etika dan cara penggunaan media sosial yang baik dan benar. Dengan materi ini, Verdy mengingatkan bahwa di momen politik termasuk yang akan berlangsung yakni Pilkada serentak berpotensi memunculkan praktik penyebaran disinformasi untuk kepentingan politik.
“Oleh karena itu, tidak cukup di era seperti ini hanya sekedar mencari atau mendapatkan informasi, tetapi lebih utama harus bisa memahami, memverifikasi dan memilah informasi mana yang benar dan mana yang hoaks,” kata Verdy.
Anggota Tim Pengabdian Masyarakat, Yuliezar Perwira Dara, melengkapi pembekalan dari segi psikologi. Ia menyampaikan peran emosi dapat mendorong kesadaran politik.
Selain itu yang juga sebagai Dosen Psikologi Fisip UB ini juga menjelaskan cara mengelola emosi. Dengan begitu, siswa dapat melakukan pengambilan keputusan yang baik dalam menerima informasi.
Adapun anggota tim lainnya yang Dosen Hubungan Internasional FISIP Universitas Brawijaya, Arief Setiawan, MPS., juga menjelaskan tentang pemahaman dari aspek demokrasi. Ia memaparkan soal fenomena infodemic yang saat ini terjadi, juga firehose of falsehood.
“Firehose of falsehood yang merupakan teknik dalam penyampaian disinformasi, sampai beberapa cara untuk mencegah ancaman disinformasi salah satunya melalui pendidikan politik,” jelasnya.
Kegiatan ini berlangsung dengan partisipasi siswa yang sangat antusias. Kegiatan disambut dengan sangat baik oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Lumajang, Moh. Yatim Khudlori, M.Pd.
Hal tersebut disampaikan dalam sambutanya bahwa kegiatan ini mendukung Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pada kurikulum merdeka, spesifiknya pada tema ke-2 yakni “Suara Demokrasi” . Tema 2 memiliki tujuan untuk memberikan refleksi kepada siswa terkait penerapan demokrasi baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat.

Kegiatan Sekolah Demokrasi Digital dihadiri oleh Lutfia, S.Pd., Ketua Bawaslu Kabupaten Lumajang. Dalam pemaparannya ia menjelaskan tentang pentingnya memaksimalkan peran generasi muda di era demokrasi digital sebagai usaha untuk meningkatkan partisipasi politik pemilih pemula agar lebih aktif dan kritis.
Bawaslu sebagai bagian penting penyelenggara pemilu mengapresiasi program Sekolah Demokrasi Digital. Menurut Lutfia, kegiatan ini membantu terwujudnya pemilu damai terutama dengan meningkatkan kapasitas dan kualitas literasi pemilih muda.
Kegiatan ini diikuti oleh 396 siswa-siswi kelas XI SMA Negeri 2 Lumajang yang berpartisipasi dengan antusias. Setelah selesai sesi materi, kegiatan ini dilanjutkan dengan sesi tanya jawab,dan diakhiri dengan penyerahan sertifikat kepada para pembicara oleh pihak sekolah diwakili oleh Mohamad Arifianto, S.Pd., Gr., selaku Guru Koordinator P5 SMAN 2 Lumajang. [dan/beq]






