Surabaya (beritajatim.com) – Pada zaman sekarang ini, tak dapat dipungkiri bahwa teknologi telah berkembang pesat terlebih teknologi Artificial Intelligence (AI). Hal ini pun membawa pengaruh besar pada berbagai sektor, termasuk jurnalisme.
Di satu sisi, AI menawarkan peluang untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan jangkauan berita. Di sisi lain, muncul pula kekhawatiran terkait potensi bias, misinformasi, dan hilangnya nilai-nilai kemanusiaan dalam jurnalisme.
Eva Danayanti, jurnalis kawakan dan mantan Direktur Eksekutif Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, angkat bicara soal dilema ini. Beliau, yang kini menjabat sebagai IMS Country Programme Manager di Indonesia, memaparkan dampak AI pada jurnalisme yang mungkin belum pernah kalian ketahui.
Pengaruh AI dalam Jurnalistik
Eva menjelaskan bahwa AI membawa perubahan besar dalam cara konten jurnalistik dibuat dan dikonsumsi. Beberapa dampak signifikan AI di dunia jurnalistik salah satunya adalah penurunan standar editorial, dimana konten yang dihasilkan oleh AI kadang tidak memenuhi standar editorial yang tinggi, sehingga diperlukan investasi ulang untuk menjaga kualitas.
Bias algoritma juga menjadi tantangan, karena penggunaan data yang buruk dalam AI dapat mengakibatkan ketidakakuratan, distorsi, dan bahkan diskriminasi dalam konten. Namun, AI juga memungkinkan keputusan editorial yang lebih transparan dan berbasis data.
Selain itu, AI yang dikelola dengan baik dapat membantu mengatasi misinformasi dan filter bubbles serta meningkatkan kualitas informasi yang diterima publik. Terakhir, penting untuk menjaga keseimbangan antara manusia dan AI dalam proses jurnalistik agar nilai-nilai kemanusiaan, penilaian, dan kreativitas manusia tetap terjaga.
Bagaimana AI Digunakan dalam Jurnalistik
Penggunaan AI dalam jurnalistik bertujuan untuk membuat pekerjaan jurnalis lebih efisien, menyajikan konten yang lebih relevan, dan meningkatkan efisiensi bisnis. Berikut adalah beberapa cara AI digunakan dalam jurnalistik:
· Pengumpulan Berita (News Gathering): AI membantu dalam mencari sumber informasi, membuat ide cerita, mengidentifikasi tren, melakukan investigasi, memantau peristiwa atau isu, dan menggali informasi atau konten.
· Produksi Berita (News Production): AI digunakan dalam pembuatan konten, pengeditan, dan pengemasan untuk berbagai format dan platform. AI juga membantu dalam proses verifikasi dan penandaan konten secara otomatis dengan mengekstraksi kata kunci, topik, dan entitas seperti orang dan tempat. Selain itu, AI memungkinkan pembuatan konten otomatis, sering kali untuk media sosial.
· Distribusi Berita (News Distribution): AI digunakan untuk personalisasi, pemasaran, menemukan audiens, memahami perilaku pengguna, dan monetisasi/langganan. AI membantu mengurangi toksisitas dan mendorong interaksi yang lebih menarik serta mengoptimalkan strategi konten melalui analisis data keterlibatan, berbagi, komentar, tampilan halaman, dan waktu di halaman.
Dengan begitu, AI memiliki potensi besar untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas jurnalistik. Namun, tetap diperlukan keseimbangan dengan nilai-nilai kemanusiaan agar jurnalisme tetap relevan dan kredibel.[mnd/aje]






