Mojokerto (beritajatim.com) – Program pembangunan jamban 2024 di Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto menyasar 50 Kepala Keluarga (KK). Program dari anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp580 juta tersebut untuk mewujudkan Desa Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan.
Ketua tim pelaksana Kelompok Swayadana Masyarakat (KSN) Tata Praja Desa Gunungsari, Kawisuno mengatakan, proyek pembangunan jamban 2024 di Desa Gunungsari dilaksaakan mulai bulan Juni 2024 lalu. “Target 3 bulan kedepan, bulan Oktober 2024 sudah selesai,” ungkapnya, Rabu (17/7/2024).
Masih kata pria 68 tahun ini, program pembangunan jamban 2024 di Desa Gunungsari ada 50 titik tersebar di beberapa dusun. Yakni Dusun Sumberdadi, Sumbersari, Gunungsari, Tetes dan Mayangsari. Program pembangunan jamban 2024 tersebut diprioritaskan bagi masyarakat yang tidak punya jamban.
“Terutama untuk keluarga stunting yang tidak punya jamban tersebar di lima dusun, nilainya Rp11,6 juta per titik. Saat ini, terealisasi 25 persen di 12 titik. Ada tempat pembuangan kotoran, bioseptik yang ramah lingkungan. Ada penampungan sehingga saat keluar tidak mengganggu lingkungan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Gunungsari, Susanto menambahkan, tujuannya tidak lain agar masyarakat Desa Gunungsari mendapatkan fasilitas memadai di bidang kesehatan, sekaligus menjaga lingkungan desa tetap sehat. Karena jamban menjadi kebutuhan masyarakat dalam bidang kesehatan dan kebersihan lingkungan.
“Targetnya, Desa Gunungsari akan memiliki jamban sehat dalam mewujudkan Desa ODF. Dengan adanya jamban sehat ini menjadi motivasi untuk menciptakan hidup sehat dan terus menjaga lingkungan bersih. Selain itu, ada juga tempat pembuangan kotoran bioseptik. Ini program baru dari pemerintah ramah lingkungan dan tidak menganggu lingkungan. [tin/beq]







