Malang (beritajatim.com) – Dinas Kesehatan Kota Malang sedang menggencarkan deteksi dini kanker leher rahim melalui Inspeksi Visual dengan Asam Asetat atau IVA Test dan Pemeriksaan Payudara Klinis (Sadanis).
Dinkes ingin membangun kesadaran masyarakat tentang kesehatan perempuan serta mencegah terjadinya kenaikan kasus penyakit seperti kanker serviks maupun payudara.
“Selama ini kan pemeriksaan seperti IVA Test ini masih dianggap tabu tapi dengan diadakan program, kami dorong masyarakat untuk mau memeriksakan dirinya. Pekan lalu, Puskesmas Cisadea telah memeriksa 40 orang,” ujar Kepala Puskesmas Cisadea dr. Widjatmiko, Kamis, (11/7/2024).
Program deteksi dini kanker serviks melalui metode pemeriksaan IVA dan Sadanis rencananya akan dilakukan setiap bulan. Apalagi, kasus kanker leher rahim dan payudara saat ini cukup tinggi, yaitu 1 dibanding 5.
Pemeriksaan yang dilakukan seperti pengukuran berat badan, pemeriksaan tekanan darah, pengukuran lingkar pinggang, pemeriksaan payudara serta pemeriksaan IVA untuk mendeteksi kanker leher rahim. Dinkes ingin mengetahui kondisi kesehatan masyarakat agar dapat melakukan penanganan cepat dan tepat jika terdapat gejala atau hasil pemeriksaan positif.
“Untuk hasil bisa keluar langsung. Kalau nanti hasilnya positif akan kami sarankan untuk cryotherapy. Ada tiga puskesmas yang sudah ditunjang dengan alat dan petugas cryotherapy, ada di Cisadea, Kedungkandang, dan Ciptomulyo,” ujar Widjatmiko.
Dinkes Kota Malang memastikan program ini gratis selama pemeriksaan di Puskesmas termasuk dengan BPJS di Rumah Sakit Saifull Anwar.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif menuturkan pemerintah memprioritaskan 5 penanganan penyakit yang mempunyai biaya besar di dalam perawatannya.
Pertama adalah kanker stroke, jantung, kegagalan organ ginjal dan Kesehatan ibu dan anak. Padahal Kesehatan ibu dan anak berperan penting menentukan generasi emas di Indonesia.
“Kami sudah melakukan ini, terutama di semua puskesmas. Terutama deteksi dini kanker leher rahim. Ada deteksi dini kanker payudara. Dengan transformasi kesehatan, semua Puskesmas bisa melakukan deteksi awal. Deteksi jantung di setiap puskesmas juga ada. Kemudian juga USG yang tidak sekadar kehamilan, tapi juga memantau CA Serviks. Sehingga nanti semua Puskesmas bisa melakukan screening lima penyakit tidak menular,” ujar Husnul.
Sementara itu, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat berharap Puskesmas menjadi agen edukasi kampanye gaya hidup sehat di masyarakat. Menurut Wahyu, saat ini kasus penyakit tidak menular lebih tinggi dibanding penyakit menular.
“65 persen penduduk berada di usia produktif. Puskesmas ini masuk dalam salah satu standar layanan minimal di bidang Kesehatan,” ujar Wahyu. [luc/aje]






