Sampang (beritajatim.com) – Bupati Sampang periode 2008-2013, Noer Tjahja, kembali menegaskan komitmennya untuk memimpin Kabupaten Sampang dengan mencalonkan diri dalam Pemilihan Bupati (Pilbub) Sampang 2024. Langkah ini diambil setelah lebih dari satu dekade absen dari dunia politik, dan Noer Tjahja telah resmi mendaftar sebagai calon bupati ke beberapa partai politik.
Keberanian dan kepercayaan diri Noer Tjahja dalam maju kembali ke kursi kepemimpinan ini mendapatkan sambutan positif dari berbagai pihak, terutama setelah melaksanakan fit and proper test calon kepala daerah di Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) pada hari Senin, 24 Juni 2024.
Meski sudah lebih dari sepuluh tahun tidak terjun dalam aktivitas politik, popularitas Noer Tjahja di Kabupaten Sampang tetap tinggi. Menurut data dari Lembaga Survei Sumbu Politik, angka popularitas Noer Tjahja mencapai 63,4 persen. Angka ini mencerminkan betapa kuatnya kembali dukungan masyarakat terhadap sosok yang dikenal sebagai Bapak Pembangunan Sampang ini.
Noer Tjahja dikenal oleh masyarakat sebagai sosok yang berwibawa, jujur, bersih, religius, dan merakyat. Ciri-ciri ini merupakan daya tarik utama yang mengantarkannya kembali ke panggung politik Kabupaten Sampang.
Pengalaman serta capaian program-program pembangunan yang dilaksanakan semasa menjabat sebagai bupati juga menjadi faktor kunci dari tingginya popularitasnya hingga saat ini.
Selama masa jabatannya sebagai Bupati Sampang dari 2008 hingga 2013, Noer Tjahja dikenal telah banyak melakukan terobosan dalam bidang pembangunan infrastruktur dan pendidikan. Salah satu pencapaiannya yang paling berkesan adalah pendirian Politeknik Negeri Madura (Poltera), kampus negeri pertama di Sampang yang sampai saat ini masih memberikan kontribusi besar bagi pendidikan tinggi di wilayah tersebut.
Dengan membawa visi dan misi untuk melanjutkan serta memperbaiki berbagai aspek pembangunan di Sampang, Noer Tjahja bertekad untuk memaksimalkan potensi daerah yang ada. Ia percaya Sampang memiliki kekayaan sumber daya alam yang belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, Noer Tjahja juga melihat adanya potensi agribisnis yang dapat dikembangkan, terutama di daerah utara Sampang.
“Sampang ini kaya akan sumber daya alam, sayangnya belum bisa dimaksimalkan untuk kesejahteraan masyarakat banyak. Selain itu di daerah utara memiliki potensi agribisnis yang baik. InshaAllah bersama Sampang, saya akan meningkatkan dan memaksimalkan itu, untuk kesejahteraan masyarakat Sampang,” ujar Noer Tjahja dalam kesempatan tersebut. [sar/beq]






