Ponorogo (beritajatim.com) – Awal bulan Juli 2024 ini, stok golongan darah (Goldar) A dan B menipis di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Ponorogo menipis. Stok 2 jenis golongan darah itu, kurang dari 50 kantong waktu itu. Alhasil, PMI Ponorogo pun berupaya untuk menjaga stok darah itu supaya aman.
“Untuk mengatasi stok yang menipis, kita lakukan dropping dari Ngawi, sebanyak 110 kantong darah,” kata Kepala UDD PMI Ponorogo, dr. Barunanto, Selasa (09/07/2024).
Barunanto mengungkapkan dengan droping ratusan kantong golongan darah dari Ngawi tersebut, setidaknya stok darah di UDD PMI Ponorogo aman untuk seminggu ke depan. Berbagai upaya lainnya juga dilakukan oleh PMI Ponorogo, untuk membuat stok darah dalam keadaan aman. Setidaknya stok masing-masing golongan darah diatas 50 kantong.
“Droping darah dari Ngawi ini, setidaknya akan membuat stok aman dalam seminggu ke depan,” katanya.
Menipisnya, stok darah di PMI Ponorogo ini, kata Barunanto ada 2 faktor yang mempengaruhinya. Pertama, serapan pada bulan Juni lalu, lumayan tinggi. Sementara faktor kedua, bulan Juni ini, pendonornya juga berkurang. Dengan begitu, secara otomatis darah yang masuk juga menipis.
“Bulan Juni itu permintaan darah ke UDD PMI Ponorogo tinggi, nah awal Juli ini pendonor jumlahnya turun,” katanya.
Barunanto memperkirakan permintaan tinggi pada bulan lalu itu, dimungkinkan banyak warga yang terkena Demam Berdarah Dengue (DBD). Sementara, banyaknya siswa Ponorogo yang sedang libur sekolah, membuat UDD PMI Ponorogo kualahan mencari pendonor. Sebab, biasanya UDD PMI Ponorogo melakukan jemput bola ke sekolah-sekolah untuk melayani donor darah.
“Saat stok menipis, kita juga lakukan buka data pendonor, kita kirimkan pesan untuk melakukan donor darah. Alhamdulillah, hari ini sudah ada 15 pendonor yang langsung ke UDD PMI Ponorogo,” pungkasnya. (end/but)






