Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto dan pimpinan DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, menandatangani bersama Rancangan Peraturan Daerah Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045, di gedung parlemen, Kamis (4/7/2024) petang.
Tiga pimpinan DPRD Jember yang hadir dalam paripurna persetujuan rancangan perda ini adalah Itqon Syauqi sebagai ketua, dan dua wakil ketua yakni Ahmad Halim dan Dedy Dwi Setiawan.
Namun kendati menyetujui, Panitia DPRD Kabupaten Jember melalui juru bicara Sunarsi Horis memberikan beberapa catatan perubahan dan penyesuaian. Pertama, perubahan dan penyesuaian visi RPJPD untuk mempertegas dan memberikan arah bentuk kemajuan dan daya saing jember 20 tahun ke depan.
DPRD Jember meminta agar ada penguatan komitmen, energi, dan motivasi agar visi tersebut tidak terkesan formalitas. Parlemen ingin ada komitmen agar sektor pertanian, perkebunan , dan pariwista yang selama ini menjadi potensi Jember bisa maju dan berdaya saing.
“Selain itu visi pembangunan Jember 20 tahun ke depan harus memasukkan juga karakter dan lokalitas Jember sebagai wilayah yang religius dan sebagian besar pesantren. Maka visi berahklak yang ada dalam RPJPD Jawa timur juga harus diturunkan sebagai Visi RPJPD Jember. Ini bisa menjadi ruh warna dan standar etika yang perlu ditanamkan dan ditegaskan dalam pembangunan dua dekade ke depan,” kata Khoris
DPRD Jember menyarankan perlunya penambahan, penyesuaian, dan penyandingan data capaian. “Data capaian ini diharapkan bisa dilengkapi sebagai bagian dari penyempurnan materi dokumen RPJPD dan memperkuat tercapainya visi, misi, dan strategi pembangunan 20 tahun ke depan,” kata Khoris.
Berikutnya, DPRD Jember menyarakan perlunya sinergi antardaerah, khususnya dengan pemerintah daerah yang berbatasan, untuk menguatkan ekonomo dan daya saing daerah, serta memanfaatkan potensi sumberdaya lingkungan dan ekonomi.
Terakhir, Pansus DPRD Jember menyarankan penguatan industrialisasi atau hilirisasi di bidang agrobisnis atau agroindustri yang ramah lingkungan. “Ini dalam upaya meningkatkan nilai tambah komoditas produk-produk pertanian yang dihasilkan di Kabupaten Jember,” kata Khoris. [wir]






