Surabaya (beritajatim.com) – Peresmian Wisata Kota Lama Surabaya, Rabu 3 Juli 2024. Ditandai dengan sebuah Opera ‘Jika Aku Menjadi Seorang Belanda’.
Gelaran opera itu menampilkan puluhan pemuda berpakaian putih yang menari berpasang pasangan, diiring alunan musik. Tarian digelar di komplek Taman Sejarah, dan dihadiri oleh ribuan masyarakat.
Ribuan masyarakat yang hadir itu mengabadikan mengagumkan itu. Mereka husyuk melihat pertunjukan laser show, drum band, hingga pesta kembang api yang memeriahkan suasana malam itu.
Kemudian, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam sambutannya meresmikan Wisata Kota Lama itu. Kata Eri, wisata ini sebagai pengingat masyarakat untuk mengenang jasa perjuangan pahlawan saat mengusir penjajah.
Eri menjelaskan Jembatan Merah yang lokasinya di Kawasan Kota Lama ini sebagai saksi bisu tewasnya seorang jenderal bernama AWS Mallaby.
Maka dari itu, lanjut Eri, untuk mengenang semangay perjuangan tersebut di zona Eropa ini, juga terdapat bangkai mobil milik sang jenderal.
“Mengingat nilai-nilai sejara di Kota Surabaya. Jangan sekali-sekali melupakan sejarah. Maka di sini di Jembatan Merah terdapat perjuangan arek-arek Surobpyo ketika sekutu datang untuk merebut kemerdekaan,” kata Eri.
Di situ dirinya berharap, dengan diresmikannya Wisata Kota Lama ini, ke depan dapat menghidupkan denyut nadi perekonomian di kawasan tersebut.
“Saya berharap dengan diresmikannya Kota Lama, waktunya arek-arek Surabaya memberantas kemiskinan, stunting, putus sekolah,” tandas Eri. [ram/aje]






