Bondowoso (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso menjanjikan sekolah yang ambruk dibangun tahun ini. Ada beberapa sekolah di Bondowoso dengan kondisi memprihatinkan, salah satunya SDN Dawuhan di Kecamatan Tengarang dan SDN 2 Lumutan di Kecamatan Botolinggo.
SDN Dawuhan ambruk pada 1 Januari 2024 setelah disapu angin puting beliung. Sedangkan SDN 2 Lumutan runtuh pada pertengahan Juni 2024 kemarin.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Kabupaten Bondowoso, Haeriyah Yuliati menjelaskan, kedua sekolah tersebut sudah diakomodir.
“Untuk SDN Dawuhan sudah diakomidir dari anggaran BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana),” katanya kepada beritajatim.com, Selasa (2/7/2024).
Ia menyebut, pasca ambruk pada awal tahun 2024 lalu, BPBD Kabupaten Bondowoso sudah mengusulkan ke BNPB dan disetujui.
“Jadi tahun ini sudah bisa direalisasikan,” ungkap dia yang juga Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Bondowoso tersebut.
Sementara SDN 2 Lumutan yang memiliki 60 siswa itu bakal diakomodir dari P-APBD tahun 2024.
“Sebab tidak bisa diajukan di DAK (Dana Alokasi Khusus). Jadi kita pakai APBD,” terang Haeriyah.
Di sisi lain, Pemkab Bondowoso mengaku sudah menghimpun serta memetakan beberapa gedung sekolah yang sudah tidak layak untuk segera diperbaiki.
Bagi sekolah yang tidak bisa diusulkan ke DAK, maka akan dianggarkan via APBD.
“Insya Allah di P-APBD 2024 ini akan ada beberapa lembaga yang mendapatkan alokasi untuk rehab,” janjinya.
Namun tentunya tidak semua gedung sekolah bakal digarap di tahun yang sama.
“Kita buat skala prioritas menurut kondisi atau yang paling urgent (darurat) untuk segera kita atasi,” tegasnya. [awi/beq]






