Malang(beritajatim.com) – Pelatih asal Brasil yang baru dikontrak Arema FC, Joel Cornelli masih beradaptasi dengan mencoba mengenal karakter pemainnya satu persatu. Dia ingin mengenal lebih dekat para skuat Arema FC.
“Dia ingin mengenal pemain satu persatu. Seperti halnya pemain musim lalu dia minta kualitas pemain kita kirim video permainan pemain yang diminta. Jadi dia masih menginventarisir termasuk melihat kemampuan 6 pemain baru yang bergabung,” ujar Manajer Operasional Arema FC, Sudarmaji.
Sudarmaji menuturkan, Joel Cornelli memilih memantau terlebih dahulu deretan pemain Arema FC yang ada. Sebab, sampai saat ini para pemain masih ada yang keluar dan masuk ke dalam skuat.
“Karena saat ini pemain masih keluar masuk ada yang keluar ada yang masuk. Jadi dia mau melihat satu persatu apalagi ada 6 pemain lokal baru bergabung. Jadi dia melihat dulu nanti seperti apa,” ujar Sudarmaji.
Arema FC baru saja mendatangkan 6 pemain baru. Diantaranya, eks Madura United Iksan Lestaluhu (20), Salim Akbar Tuharea (19), Anwar Rifai (23) dan Andrian Casvari (24). Kemudian ada eks PSS Sleman, Bayu Setiawan (26) dan eks pemain PON DKI Daffa Fahish Nandriyanto (19).
Disisi lain mereka kehilangan 2 pemain utama musim lalu. Keduanya adalah Bagas Adi Nugroho berposisi bek dan Teguh Amirudin berposisi kiper.
“Paling penting komposisi pemain belum lengkap dia akan melihat satu persatu menginventarisir kemampuan masing-masing pemain. Sambil menunggu kelengkapan dokumen termasuk kita berproses untuk memenuhi administrasi,” ujar Sudarmaji.
Joel Cornelli sendiri kini sedang dalam proses pengurusan visa dan dokumen keimigrasian lainnya. Kemudian Arema FC sedang melengkapi komposisi tim yang kini baru terisi 80 persen.
“Komposisi pemain semua belum lengkap kita masih melengkapi jadi dia kalau sudah 80 persen komposisi pemain lengkap dia baru turun melakukan latihan. Dia baru datang proses visa masih dalam tahapan dia masih dalam proses tertib administrasi. Karena itu adalah prosedur keimigrasian. Arema menghormati proses yang sedang berjalan,” ujar Sudarmaji. [luc/suf]






