Surabaya (beritajatim.com)– Menangung karakter mental dan kualitas di akademi cabang olah raga Badminton di Indonesia kini kian berkembang. Salah satunya program yang dimiliki klub PB Jaya Raya Jakarta, yang hingga kini masih menjadi kompetitor atlet mudanya di berbagai kejuaraan Nasional termasuk di kota Surabaya dalam gelaran Piala Gubernur Jawa Timur, awal Juni 2024 lalu.
Oktaviani Herdiana, Head coach kelompok usia umur 15 dan 17 ini mengakui jika ada kriteria tersendiri untuk bisa menjadi seorang pebulutangkis yang berprestadi dan mampu bersaing dengan yang lain.
Kriteria tersebut di antaranya setiap individual harus memiliki target diri dalam setiap pertandingan karena untuk bisa mengikuti sebuah pertandingan mereka harus mengikuti home turnamen yang setiap tahunnya dilakukan oleh PB Jaya.
Diakui Oktaviani menangani para pemain dengan usia remaja ini penuh suka dan duka, pasanya diusia yang teeneger ini para siswa dan siswi masih terbilang masih labil baik dari segi mental dan emosi, namun bagaimana sebagai pelatih bisa menjaga mood para pemain hal itu yang menjadi tantangan tersendiri bagi dirinya.
Namun rasa bahagia ini tercipta kita dapat rasakan ketika para anak didik kita bisa diarahkan kedalam hal yang positive dan mendapatkan hasil yang sesuai dengan bagaiamana usaha mereka setiap berlatih yakni kemenangan.
Karena satu-satu cara untuk bisa menumbuhkan mental mereka dan siap bersaing ke senior adalah bagaimana nilai juang mereka di sebuah pertandingan lokal atau nasional.
Dengan banyaknya saat ini kejuaraan di tingkat lokal maupun nasional, otomatis banyak pesan yang disampaikan kepada para pebulutangkis muda saat ini.
Di Indonesia mulai berkembang atlet muda berprestasi di cabang olah raga bulutangkis, membentuk karakter sejak usia dini menjadi salah satu hal yang wajib di miliki setiap para atlet hal ini bukan tanpa alasan supaya para atlet ini bisa bersaing dan kalah kualitas dengan negara lain maka mereka perlu bekerja keras karena kedepannya prestasi mereka untuk Indonesia. [way/aje]






