Ngawi (beritajatim.com) – Dua pengendara motor tewas dalam kecelakaan adu banteng di Jalan Raya Masuk Desa Gendingan, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, pada Selasa (18/06/2024) malam. Satu orang lainnya yang dibonceng mengalami kritis dan dilarikan ke Puskesmas Kauman.
Kecelakaan maut ini terjadi sekitar pukul 21.30 WIB. Kerasnya benturan mengakibatkan Destino Alhan Fazhely (16), pelajar asal Desa Gendingan, Kecamatan Widodaren, Ngawi, dan Gunawan Fariz (25), warga Banmaleng, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, meninggal di lokasi kejadian.
Sementara Fahru Rifa Afri Aldi (16), rekan Destino yang dibonceng, mengalami luka kritis dan dilarikan ke Puskesmas Kauman oleh warga sekitar.
Menurut keterangan saksi mata, kecelakaan bermula saat Destino yang mengendarai motor Beat nopol AE 5087 JAM melaju kencang dari arah Widodaren menuju Gendingan. Dia berboncengan dengan Fahru dan berniat mendahului sebuah mobil di depannya.
Namun, dari arah berlawanan muncul Gunawan yang mengendarai Beat nopol AE 5797 LB yang mengendarai motornya. Karena jarak sudah dekat, tabrakan adu banteng pun tak terhindarkan.
“Keduanya meninggal di lokasi. Satu kritis yang dibonceng. Sama-sama naik motor matic, terus tabrakan. Depan tabrak depan gitu,” kata Hasanudin, warga setempat.
Polisi yang tiba di lokasi langsung mengamankan kedua motor yang terlibat kecelakaan sebagai barang bukti. Kasus ini kini ditangani Unit Gakkum Satlantas Polres Ngawi.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pengguna jalan untuk selalu berhati-hati dan mematuhi peraturan lalu lintas. Patuhi batas kecepatan, gunakan helm dan kelengkapan berkendara lainnya, serta hindari perilaku mengemudi yang ugal-ugalan. [fiq/ian]






