Jember (beritajatim.com) – Keluarga Bupati Hendy Siswanto merawat tradisi selama 30 tahun di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Mereka berkurban 4 ekor sapi dan 42 ekor kambing di rumah dan membagikan 5 ribu kupon paket daging untuk masyarakat.
“Sebagai seorang bupati, saya berkurban empat ekor sapi di beberapa masjid. Bagian Kesejahteraan Rakyat yang mengatur. Kalau secara pribadi, saya berkurban satu ekor sapi, istri saya berkurban satu ekor sapi, dan dua ekor sapi lagi diserahkan ke pondok pesantren dan yayasan. Jadi total empat ekor sapi dan 42 ekor kambing,” kata Hendy kepada beritajatim.com, Senin (17/6/2024).
Semua hewan kurban disembelih di kediaman Hendy, Kampung Ledok, Jalan Sultan Agung, Kelurahan Jember Kidul, Kaliwates. “Seluruh anggota keluarga besar kami memotong hewan kurban bersama. Sudah jadi kebiasaan keluarga besar kami berkumpul dan berbagi rezeki dengan masyarakat. Ini sudah berlangsung 30 tahun lebih pada saar Idulfitri dan Iduladha,” kata Hendy.
Pemotongan hewan kurban dibantu warga Kampung Ledok. “Rumah kami ini memang rumah persatuan. Seluruh keluarga berkumpul jadi satu di rumah ini,” kata Hendy.
Hendy merasa Iduladha tahun ini istimewa bagi keluarga besarnya. “Kami bisa berkumpul semua dengan anak dan cucu. Ada makanan istimewa yang disiapkan masing-masing keluarga, dan kami makan bareng-bareng dengan warga yang membantu pemotongan hewan kurban serta membantu pembagian lima ribu kupon paket daging,” katanya.
Hendy bersyukur jemaah haji dari Jember di Tanah Suci tak menghadapi kendala berarti. “Mudah-mudahan semua diberi panjang umur dan kesehatan. Saya bahagia, tahun ini jemaah haji dari Jember mencapai hampir 2.700 orang, meningkat tajam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” katanya.
Hendy berharap pada Iduladha kali ini, kedermawanan warga lebih ditunjukkan untuk membantu sesama yang kurang mampu secara ekonomi. “Esensi Iduldha adalah berbagi dan berkorban untuk kebaikan. Kita menjauhkan diri dari hoaks, kebohongan. Tidak boleh mendiskreditkan siapapun,” katanya.
“Kita wajib menjalin silaturahmi, gotong royong, dan menjaga kebersamaan. Tidak boleh memfitnah dan berghibah (bergunjing, red). Terpenting, kita semua mau bersedekah. Sedekah ini gerakan istimewa. Dengan bersedekah, kita mencegah bencana dan bahaya, diselamatkan dunia dan akhirat,” kata Hendy.
“Saya berharap momentum Iduladha ini menjadi momen kebersamaan bagi warga Jember, saling menjaga kondusivitas dan menghargai satu dengan yang lain. Insyaallah Jember semakin baik,” kata Hendy. [wir]






