Ponorogo (beritajatim.com) – Jelang Minggu (16/6) dini hari telah terjadi peristiwa kebakaran di pinggir Jalan Raya Ponorogo-Madiun, tepatnya di sebelah utara perempatan terminal Selo Aji Ponorogo. Kebakaran terjadi pada muatan pakan burung yang dimuat oleh mobil pikap.
Beruntung, mobil pikap tersebut tidak ikut terbakar, selain itu juga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material mencapai Rp5 juta, sebab ribuan jangkrik dan ulat untuk pakan burung itu, hangus jadi abu.
“Tengah malam tadi memang terjadi kebakaran, yakni pakan burung berupa jangkrik dan ulat,” ungkap Kabid Pemadam Kebakaran (Damkar) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Ponorogo, Bambang Supeno, Minggu (16/6) siang.
Bambang menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan sekitar pukul 23.30 WIB dan segera merespons dengan mengirim petugas damkar ke lokasi kejadian. Saat petugas tiba di tempat kejadian, kendaraan pikap yang mengangkut jangkrik dan ulat sudah tidak terlihat lagi. Namun material berisi pakan burunh berupaya jangkrik dan ulat yang tercecer di pinggir jalan masih terbakar.
“Jadi mobil pikapnya masih bisa diselamatkan, tidak ikut terbakar,” katanya.
Kronologi kejadian mengungkapkan bahwa pikap berpelat nomor AG 8223 A, yang dikendarai oleh Jupri, seorang warga Kabupaten Blitar, sedang mengantar muatan pakan burung ke Ponorogo dan Solo. Sebelum kebakaran terjadi, mobil pikap sempat berhenti untuk mengirim barang di sekitar perempatan Pabrik Es Kelurahan Niten.
Selesai mengirim ke seputaran perempatan Pabrik Es, sang sopir pun melanjutkan perjalanan ke Solo lewat Madiun. Namun, saat di sekitar terminal Selo Aji Ponorogo, ada pengguna jalan lain memberitahu bahwa kendaraan sedang terbakar.
“Ada pengguna jalan yang memberitahu sopir bahwa muatannya terbakar,” katanya.
Sopir pun langsung berhenti, dan melakukan upaya penyelamatan terhadap barang-barang yang belum terbakar, termasuk pikapnya sendiri. Sebab, yang terbakar terjadi di muatan bagian atas. Sehingga bisa mengamankan mobil tersebut agar tidak ikut terbakar. Sementara muatan atau material yang terbakar, ditaruh di pinggir jalan untuk meminimalkan kerugian.
“Beruntung pikapnya tidak ikut terbakar. Hanya muatannya saja, seperti jangkrik dan ulat pakan burung,” katanya.
Dugaan sementara menyebutkan bahwa kebakaran ini mungkin disebabkan oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan ke dalam kendaraan. Meskipun dalam waktu ink pihak berwenang masih melakukan investigasi lebih lanjut, untuk memastikan penyebab pasti dari peristiwa kebaran ini. Untuk kerugian yang dialami, informasi yang diperoleh menunjukkan angka sekitar Rp5 juta, meskipun jumlah pasti dari muatan yang terbakar belum dapat dipastikan.
“Kerugian di sekitar angka Rp5 juta,” pungkasnya. [end/but]






