Surabaya (beritajatim.com) – Rumah sederhana di Jalan Pandean Gang 4 Nomor 40, Surabaya, kembali menjadi saksi peringatan Hari Lahir Sang Proklamator, Ir. Soekarno ke-123.
Acara refleksi yang digelar PDI Perjuangan Kota Surabaya ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, Ustadz Aris Yoyok, serta ratusan kader partai dan warga setempat.
“Di rumah kecil dan sederhana ini, 123 tahun lalu telah lahir seorang tokoh besar yang kelak membebaskan bangsanya. Gagasan-gagasan Bung Karno menggedor dan bergema sampai dunia internasional,” ujar Armuji dalam sambutannya, mengingatkan bahwa Bung Karno, Sang Putra Fajar, lahir di rumah tersebut.
Armuji menekankan pentingnya mewarisi semangat juang Bung Karno, seorang arek Suroboyo yang dikenal pemberani dan egaliter. “Bung Karno dikenal pemberani dan menentang keras ketidakadilan, penindasan. Sikap inilah yang harus kita warisi dalam membangun Kota Surabaya,” tegasnya.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Adi Sutarwijono, menjelaskan bahwa peringatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Juni Bulan Bung Karno. “Sebelumnya kita peringati Hari Lahir Pancasila 1 Juni lalu, dalam upacara yang diikuti kader-kader PDI Perjuangan,” katanya.
Ia juga mengingatkan akan tiga peristiwa penting dalam bulan Juni yang berkaitan dengan Bung Karno: kelahirannya pada 6 Juni 1901, wafatnya pada 21 Juni 1970, dan lahirnya Pancasila pada 1 Juni.
“Tiga peristiwa penting itu, yang membuat bulan Juni menjadi istimewa bagi Bung Karno. Bapak Bangsa dan Proklamator Kemerdekaan Indonesia telah mewariskan gagasan-gagasan besar dan brilian kepada generasi penerus,” ujar Adi.
“Peringatan kelahiran Bung Karno ini menjadi momentum untuk mengenang kembali jasa-jasa Sang Proklamator,sekaligus meneguhkan semangat perjuangan dalam membangun bangsa dan negara,” pungkas Adi. [asg/beq]






