Lumajang (beritajatim.com) – Satu lagi penambang pasir yang tertimbun longsor di Dusun Supit, Desa Pronojiwo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, ditemukan di hari kedua operasi pencarian dalam kondisi meninggal dunia.
Korban terindentifikasi sebagai Dwi Suprapto (35). Jasad Dwi ditemukan hari ini, Kamis (5/6/2024) sekitar pukul 13.15 WIB.
Penemuan jenazah Dwi Suprapto membawa secercah harapan di tengah duka. Upaya pencarian masih terus dilakukan untuk menemukan dua korban lainnya yang masih hilang.
Operasi pencarian menghadapi berbagai kendala, salah satunya adalah timbunan longsor yang tebal mencapai 50-60 meter. Hal ini membuat proses evakuasi menjadi lebih sulit dan memakan waktu lama.
“Kendalanya banyak timbunan longsor yang dalam sekitar 50-60 meter sehingga proses pencarian terbilang sulit, meskipun dengan bantuan alat berat,” jelas Kabid Kedaruratan dan Rehabilitasi Bencana BPBD Kabupaten Lumajang, Yudi Cahyono.
Meskipun demikian, tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur BPBD, TNI, Polri, Basarnas, dan relawan tidak menyerah. Mereka terus berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan dua korban yang masih hilang.
“Operasi pencarian masih terus dilakukan,” tegas Yudi.
Kronologi Penemuan
Dwi Suprapto ditemukan sekitar 15 meter sebelah selatan dari lokasi penemuan korban pertama. Tubuhnya berhasil ditemukan setelah proses pembersihan menggunakan bantuan alat berat.
“Korban Dwi ditemukan sekitar 15 meter sebelah selatan, dari lokasi penemuan korban pertama,” terang Yudi.
Sebanyak 5 unit alat berat dikerahkan untuk membantu proses pencarian. Selain itu, tim SAR juga dibantu oleh anjing pelacak milik aparat kepolisian.
Jenazah Dwi Suprapto dibawa ke Puskesmas Pronojiwo untuk identifikasi lebih lanjut sebelum akhirnya dibawa ke rumah duka untuk kemudian pemulasaraan.
Hingga saat ini, masih ada dua korban yang belum ditemukan. Tim SAR gabungan terus berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan para korban. [dav/beq]






