Malang (beritajatim.com) – Wisudawan prodi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Aprilisfiya Handayani sukses membawa kopi dampit hingga ke benua Eropa. Produk yang bernama ‘Kopi Prameswari’ ini telah dilirik pencinta kopi dari kota Helsinki, Finlandia, dan Talin, Estonia.
April, nama panggilannya, mengawali usaha kopi saat berkesempatan ikut International Business Matching (IBM). April mengajukan data bisnis yang dimiliki pada 2023 dan sukses bersama sepuluh peserta lain.
“Saya pergi ke dua tempat pada April 2024 lalu. Tiap peserta punya inovasi dan produk menarik dan berkualitas, termasuk kopi. Kebetulan kopi yang saya bawakan berasal dari Dampit, tempat kelahiran saya juga,” ujar mahasiswa UMM ini
Kopi Dampit punya keunikan jika dilihat dari cara perawatan yang akhirnya menghasilkan aroma khas seperti karamel. Kopi Dampit juga punya riwayat sejarah yang panjang.
“Di ajang itu saya jelaskan proses pembuatan kopi Dampit, mulai dari m proses pencucian atau washed process. Kopi yang sudah dipetik kemudian harus melalui proses fermentasi selama kurang lebih tiga hari, kemudian digiling basah,” kisahnya.
Setelah langkah pertama, kopi Dampit perlu melalui proses semi-washed atau dicuci kembali dan dikeringkan. Terakhir, full washed, kopi kembali dicuci dan dikeringkan.

Melalui ajang IBM, April mengaku mendapatkan banyak kesempatan untuk menjalin mitra bisnis di Finlandia dan Estonia. Hal tersebut dapat meningkatkan potensi ekspor dan impor Indonesia ke internasional.
“Bagi saya, Finlandia dan Estonia menjadi target pasar yang bagus untuk usaha kopi karena kegiatan jual beli antar negara masih terbuka lebar. Bahkan bisa mendapatkan keuntungan dari puluhan hingga ratusan juta,” jelas April.
Dari sebelas orang yang lolos IBM, mereka membuat sebuah organisasi Liga Kopi Indonesia (LKI) yang dinaungi langsung oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (KBRI). “Kami dikirim ke Helsinki dan Talin mewakili indonesia dalam Festival Budaya yang rutin dilaksanakan tiap tahunnya,”.
Kopi usaha April saat ini sudah dipatenkan dengan nama ‘Kopi Prameswari’ dan telah mendapatkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Ke depan, ia sangat ingin mengekspor kopi miliknya dalam jumlah besar ke Helsinki dan Talin.
“Selain karena mendapatkan income yang bagus, saya suka hal-hal baru yang bisa membuatnya lebih bersemangat. Saat ini saya juga sedang melakukan persiapan studi magister sembari menjalankan usaha kopi,” tutupnya. (dan/but)






